Palembang|EGINDO.co Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Pada Senin (14/9/2026) pagi, kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota tercatat memburuk, dengan Kota Palembang menempati posisi puncak wilayah terpapar polusi udara tertinggi.
Berdasarkan pembaruan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel pukul 06.00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang menyentuh angka 157, yang masuk dalam kategori Tidak Sehat. Paparan asap pekat ini juga meluas ke beberapa wilayah pendukung lainnya di Sumsel.
BPBD Sumsel terus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya kesehatan dari sebaran kabut asap ini.
“Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan kurangi aktivitas di area dengan kualitas udara yang kurang baik,” imbau BPBD Sumsel dalam laporan resminya.
Daftar Kualitas Udara Wilayah Sumsel (ISPU per 14 September 2026, 06.00 WIB)
| Wilayah | Angka ISPU | Kategori Kualitas Udara |
| Palembang | 157 | Tidak Sehat |
| PALI | 144 | Tidak Sehat |
| Musi Banyuasin | 138 | Tidak Sehat |
| Ogan Ilir | 137 | Tidak Sehat |
| Musi Rawas | 136 | Tidak Sehat |
| Prabumulih | 116 | Tidak Sehat |
| Lahat | 93 | Sedang |
| Muara Enim | 71 | Sedang |
| OKU Selatan | 43 | Baik |
Sementara area perkotaan dan sekitarnya dikepung kabut asap pekat, Kabupaten OKU Selatan tercatat menjadi satu-satunya wilayah dengan kondisi udara paling bersih dan aman dalam laporan kali ini. Masyarakat yang berada di kawasan berstatus Tidak Sehat disarankan untuk membatasi kegiatan di luar rumah demi meminimalkan risiko gangguan pernapasan. (Sn)