Cleon | EGINDO.co – Jaksa penuntut menyatakan pada hari Sabtu (12 September) bahwa penyelidik Prancis menduga adanya sabotase di balik peristiwa anjloknya kereta api di Prancis barat laut yang menyebabkan 44 orang terluka dan membuat para penumpang syok.
Kereta yang mengangkut 186 penumpang itu sedang melaju di antara kota Rouen dan Caen di wilayah Normandia ketika keluar dari rel sekitar pukul 19.45 hari Jumat, tak jauh dari pabrik Renault di kota Cleon.
Saat peristiwa anjlok terjadi, satu gerbong terguling ke samping sementara empat gerbong lainnya keluar dari jalur rel.
Sebuah potongan rel ditemukan di jalur tersebut, dan kemungkinan adanya tindakan yang disengaja kini menjadi fokus utama penyelidikan, kata jaksa penuntut Rouen, Sebastien Gallois.
“Penyebab keberadaan benda itu tidak diketahui dan harus dipastikan melalui penyelidikan,” ujarnya.
Hasil tes narkoba dan alkohol terhadap masinis kereta menunjukkan hasil negatif.
Pihak berwenang mengaktifkan rencana penanganan korban massal, dengan mengerahkan 130 petugas pemadam kebakaran, lima tim medis, dan 80 kendaraan.
Seorang fotografer AFP melihat banyak petugas kereta api sedang bekerja di sekitar lokasi kereta pada Sabtu pagi.
Gallois mengatakan 44 orang terluka, termasuk seorang wanita berusia 18 tahun yang dievakuasi dalam “kondisi kritis”.
Pada hari Sabtu, kondisinya tidak lagi mengancam jiwa, namun ia masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.
“Sangat Mengejutkan”
Wali Kota Cleon, Melanie Delacour, mengatakan para korban berada “dalam keadaan syok”.
“Jendela gerbong yang tetap dalam posisi tegak pecah, dan akibat kecepatan kereta, batu-batu beterbangan masuk ke dalam gerbong,” ujarnya kepada AFP.
Ia mengatakan bahwa beberapa korban mengaku kepadanya bahwa mereka tidak akan pernah lagi naik kereta api.
“Ini adalah tragedi yang sebenarnya bisa berubah menjadi bencana berskala sangat besar,” tambah Delacour.
Salah satu penumpang mengatakan kecelakaan itu “sangat mengejutkan”.
“Tiba-tiba terasa beberapa kali guncangan, lalu setelah sekitar tiga detik, guncangan itu menjadi semakin kuat,” kata Louis, 24 tahun, kepada radio ICI Normandie.
“Saya tidak bisa lagi bertahan di kursi saya,” ujarnya. “Jendela pecah sebagian, dan batu-batu dari jalur rel masuk ke dalam gerbong.”
“Saya masih gemetar,” tambahnya. SNCF Reseau, pihak yang mengelola jaringan kereta api Prancis, awalnya menyatakan bahwa lalu lintas di jalur tersebut dihentikan dan aliran listrik ke rel diputus agar layanan darurat dapat beroperasi.
Menurut SNCF, kecelakaan itu menyebabkan “gangguan besar” pada lalu lintas kereta api antara Rouen dan Caen serta antara Caen dan Le Havre di kedua arah.
Seorang juru bicara SNCF Reseau mengatakan pada hari Sabtu bahwa layanan telah kembali beroperasi.
Kereta tersebut baru akan diangkat dari jalur setelah mendapat izin dari jaksa penuntut umum, sementara penyelidikan mengenai penyebab anjloknya kereta masih berlangsung.
SNCF menyatakan akan memberikan “kerja sama penuh dengan transparansi total” dalam penyelidikan tersebut.
Sumber : CNA/SL