Bukan Sekadar Belajar Excel, Batch Terakhir 2026; Smart Plantation Buktikan Data Kebun Kini Harus Naik Kelas

Antusias para peserta Online Training “Smart Plantation: Dashboard Kebun Sawit Berbasis Excel & AI untuk Praktisi
Antusias para peserta Online Training “Smart Plantation: Dashboard Kebun Sawit Berbasis Excel & AI untuk Praktisi

Medan | EGINDO.com – Kembali MRVL Inspiring Solution sukses menyelenggarakan Online Training “Smart Plantation: Dashboard Kebun Sawit Berbasis Excel & AI untuk Praktisi” pada 12 September 2026. Kegiatan yang menjadi batch terakhir MRVL Inspiring Solution pada tahun 2026 itu menghadirkan Ahmad Taufik (Praktisi Dashboard & AI) sebagai trainer dan mendapat antusiasme positif dari para peserta.

Training Online Training “Smart Plantation: Dashboard Kebun Sawit Berbasis Excel & AI untuk Praktisi” hadir menjawab kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit yang semakin membutuhkan kemampuan mengolah data menjadi informasi, insight, dan dasar pengambilan keputusan. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pembuatan dashboard berbasis Excel, tetapi juga diperkenalkan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu proses analisis data secara lebih cepat dan efektif.

Pertanyaannya, mengapa kompetensi Dashboard Kebun Sawit Berbasis Excel & AI untuk Praktisi menjadi wajib dimiliki praktisi Kelapa Sawit?

Jawabnya di lapangan, data bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit diperoleh. Tantangannya adalah bagaimana data tersebut diolah, divisualisasikan, dianalisis, dan digunakan untuk mengambil keputusan.

Untuk itu melalui Training Online Training “Smart Plantation: Dashboard Kebun Sawit Berbasis Excel & AI untuk Praktisi” para peserta diajak mengubah data operasional kebun menjadi dashboard yang lebih informatif dan mudah dipahami, sekaligus memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai tool untuk mempercepat proses analisis dan menghasilkan insight.

Pemateri training, Ahmad Taufik, Praktisi Dashboard & AI

Ahmad Taufik, Praktisi Dashboard & AI, menyampaikan bahwa kemampuan tersebut akan semakin penting bagi praktisi perkebunan. “Kita tidak kekurangan data. Yang sering menjadi persoalan adalah bagaimana data tersebut kita ubah menjadi informasi yang bermakna dan kemudian menjadi dasar keputusan. Di sinilah dashboard dan AI memberikan nilai tambah,” katanya menjelaskan.

Ditambahkannya bahwa kehadiran AI menjadi alat bantu bagi para praktisi kelapa sawit dalam bekerja. “AI bukan untuk menggantikan praktisi, tetapi menjadi alat bantu agar praktisi dapat bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan mampu melihat data dari perspektif yang lebih luas. Yang paling penting tetap kemampuan kita memahami proses bisnis dan memvalidasi hasil analisis,” kata Ahmad Taufik menandaskan.

Antusiasme Peserta Menjadi Bukti

Sementara itu dalam pelaksanaan Training Online Training “Smart Plantation: Dashboard Kebun Sawit Berbasis Excel & AI untuk Praktisi” berlangsung sangat interaktif dengan kombinasi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik. Peserta secara langsung mengikuti proses pembuatan dan pengembangan dashboard serta mencoba memanfaatkan AI dalam proses analisis.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi berlangsung, termasuk ketika peserta mengerjakan contoh kasus secara langsung dan berdiskusi dengan trainer. Dan penyelenggara memberikan reward kepada 3 orang peserta yang berpartisipasi pada saat itu yaitu Sahruddin, Cahyo Yulianto dan Agus Santoso.

Salah seorang peserta Wilson M N Gurning salah seorang Mill Manager di salah satu Perkebunan Besar Sawit (PBS) menyampaikan terimakasih buat, MRVL INSPIRITION SOLUTION  yang sudah menyelanggarakan training.

“Hal ini sangat bermanfaat buat kami praktisi pekerbunan dan mill sehingga membuka wawasan dan pengetahuan kami untuk lebih paham menggunakan, mengolah data, menganalisa data sehingga bisa membantu kami dalam mengambil keputusan, dan membantu dalam kelancaran pekerjaan sehari hari, semoga pelatihan-pelatihan lainnya bisa terus di lakukan yg langsung praktis dalam aktivitas harian pekerjaan di perkebunan dan mills,” kata Wilson M N Gurning mengakui.

Sedangkan peserta lainnya Sigit Prestanto salah seorang manager di salah satu Perkebunan Besar Sawit (PBS) menilai pemanfaatan AI menjadi salah satu hal yang menarik. “Luar biasa sangat membantu dan bisa diikuti level pemula sampai mahir bagi saya mengikuti kegiatan seperti ini sudah suatu keharusan tidak bisa tidak karena kebutuhan informasi secara cepat dan eksekesi yang akurat membantu effisiensi biaya pelaksana dilapangan semoga kedepan bisa ada lagi kegiatan seperti ini dan bisa merespon tantangan permasalah yang berkembang, terimakasih,” kata Sigit Prestanto.

Salah seorang partisipan yang mendapat reward Cahyo Yulianto sebagai KTU di salah satu Perkebunan Besar Sawit (PBS) menyampaikan pengalamannya sebagai praktisi kelapa sawit pada bidangnya.

“Kami mengikuti training ini sebagai kesempatan untuk terus upgrade diri dan meningkatkan kompetensi. Bagi Asisten, kegiatan ini menjadi bekal untuk mempersiapkan diri menuju jenjang dan tanggung jawab yang lebih tinggi. Sementara bagi Admin, training ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam mendukung pekerjaan agar lebih cepat, efektif, efisien, dan akurat dan memberikan pengambilan keputusan dengan baik,” kata Cahyo Yulianto menegaskan.

Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari serta memberikan dampak positif bagi tim dan kemajuan bersama serta mampu menumbuhkembangkan kelapa sawit yang baik di Indonesia.

MRVL Inspiring Solution sukses menyelenggarakan Online Training “Smart Plantation: Dashboard Kebun Sawit Berbasis Excel & AI untuk Praktisi” pada 12 September 2026

Sementara itu Marvel Siregar dari Founder MRVL mengajak semua praktisi kelapa sawit untuk terus bersemangat dan memperkaya ilmu pengetahuan tentang kelapa sawit. Katanya jangan menunggu digitalisasi datang, maka bersiaplah menjadi bagian di dalamnya. Founder MRVL Inspiring Solution menegaskan bahwa peningkatan kompetensi digital bagi praktisi perkebunan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

“Transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari sistem yang mahal dan kompleks. Kita bisa memulainya dari data yang sudah dimiliki, tools yang sudah familiar seperti Excel, kemudian memperkuatnya dengan AI,” kata Marvel Siregar mengingatkan.

Menurutnya, seorang praktisi akan memiliki value yang lebih tinggi ketika tidak hanya mampu mengerjakan pekerjaan administratif, tetapi juga mampu membaca data dan menghasilkan insight untuk mendukung keputusan manajemen. “Jangan hanya menjadi orang yang menginput data. Jadilah orang yang mampu menjelaskan apa arti data tersebut, mengapa terjadi, dan apa yang harus dilakukan berikutnya,” ujar Marvel Siregar.

Siapa yang Membutuhkan Kompetensi Ini?

Training Smart Plantation relevan bagi berbagai posisi yang berhubungan dengan data, administrasi, operasional, dan pengambilan keputusan di Perkebunan. Kegiatan ini memberikan pesan kuat bahwa peningkatan kompetensi tidak boleh berhenti hanya karena satu kegiatan telah selesai.

Smart Plantation bukan sekadar tentang membuat dashboard. Ini tentang mengubah cara praktisi melihat data—dari sekadar angka menjadi insight, dan dari insight menjadi keputusan. “Kalau data sudah ada tetapi belum mampu membantu kita mengambil keputusan, berarti masih ada value yang belum kita manfaatkan,” kata Ahmad Taufik, Praktisi Dashboard & AI menegaskan.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top