Jepang Teken Kesepakatan Pasokan Darurat LNG dengan Petronas Malaysia

Perusahaan energi negara Malaysia Petronas
Perusahaan energi negara Malaysia Petronas

Tokyo | EGINDO.co – Jepang menandatangani kesepakatan pertamanya untuk pengadaan gas alam cair (LNG) dalam situasi darurat dengan perusahaan Malaysia, Petronas. Kementerian Perindustrian Jepang mengumumkan hal ini pada hari Jumat (11 September) dan menambahkan bahwa negara tersebut akan mengupayakan kesepakatan serupa dengan negara-negara lain.

Perjanjian induk jual-beli ini memungkinkan Petronas memasok LNG kepada Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC), yang selanjutnya akan menyalurkan pasokan tersebut kepada pembeli swasta—seperti perusahaan utilitas—jika mereka tidak dapat memperolehnya dari sumber lain.

Berbicara dalam konferensi pers usai Konferensi Produsen-Konsumen LNG di Tokyo, Tetsuya Azuma—direktur divisi pengembangan sumber daya energi di kementerian Jepang tersebut—tidak memberikan rincian lebih lanjut, seperti volume pasokan atau jangka waktu kontrak.

Executive Vice President sekaligus CEO bisnis gas & maritim Petronas, Datuk Adif Zulkifli, menyatakan bahwa kesepakatan ini mencerminkan kepercayaan yang telah dibangun bersama JOGMEC “selama bertahun-tahun”.

“Dengan membentuk kerangka kerja yang lebih tangkas untuk pengaturan pasokan LNG di masa depan, kami berada dalam posisi yang lebih baik untuk merespons kebutuhan energi yang terus berkembang serta berkontribusi pada ketahanan pasokan yang lebih kuat,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Jepang juga menandatangani nota kerja sama dengan Montenegro terkait proyek-proyek energi, termasuk pengembangan terminal penerima LNG dan pembangkit listrik tenaga gas.

Kesepakatan garis besar ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani tahun lalu antara JERA—perusahaan pembangkit listrik terbesar di Jepang—dan pemerintah Montenegro untuk menjajaki pengembangan terminal LNG serta pembangkit listrik tenaga gas terkait di negara tersebut.

Azuma mengatakan bahwa nota kesepahaman baru ini bertujuan untuk mendukung inisiatif sektor swasta dalam memperluas pasar global serta mendorong upaya Jepang untuk mendiversifikasi sumber pasokan LNG.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top