Palembang | EGINDO.com – Sriwijaya Phex 2026 Pelembang oleh Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI) resmi menggelar Pameran Filateli Internasional “Sriwijaya Phex 2026” di Atrium Palembang Square (PS) Mall, pada Jumat (11/9/2026) kemarin dimana acara dibuka langsung oleh Ketua Umum PFI yang juga Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc., bersama Gubernur Sumatera Selatan dan Walikota Palembang.
Pengurus Daerah (PD) Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI) Provinsi Sumatera Utara menampilkan 7 judul koleksi yang turut dipamerkan yakni 1. Postal History (5 Frame) karya Drs. H. Syahniman, Msi, berjudul The Study of Postal Cancellation in Northern Sumatera Netherland Indies 1874-1941. 2. Tematik karya Agus Kirnanda, M.Si (5 Frame) berjudul Evolusi Dunia Penerbangan. 3. Redi Sofyan (1 Frame) berjudul Destinasi Wisata Indonesia. 4. Tematik (2 Frame) karya Lukman Yanis, berjudul Pakaian Pengantin, Pakaian Adat. 5. Vinrich Siswoyo (1 Frame), berjudul H. M.Soeharto Riwayat Hidup. 6. Aulia Arfan (1 Frame), berjudul Sir Rowland Hill dan 7. Wahyu Rahmadana (1 Frame) berjudul Pesawat Terbang.

Pameran yang berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 September 2026 itu menampilkan 200 frame koleksi benda filateli. Peserta pameran berasal dari berbagai provinsi di Indonesia serta delapan negara sahabat, yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, India, Bangladesh, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Selain pameran, event Sriwijaya Phex 2026 menghadirkan beragam perlombaan tingkat pelajar yakni Lomba Story Telling bertema Prangko. Lomba Menggambar Cagar Budaya Sumatera Selatan. Lomba Menyusun Benda Filateli Kategori Filateli Kreatif dan berbagai perlombaan yang melibatkan remaja dan generasi muda.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PFI yang juga Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc., menyampaikan bahwa hobi filateli menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter generasi muda yang berwawasan kebangsaan, teliti, dan memiliki pola pikir sistematis. Di tengah kemudahan akses mendapatkan benda filateli melalui berbagai marketplace, kegiatan fisik seperti ini dinilai sangat relevan.

“Kehadiran hobi filateli sebagai benda materil menjadi salah satu jawaban dari era kejenuhan digital yang saat ini mulai terasa,” ujar Fadli Zon.
Sebagai bentuk regenerasi, PFI terus memperkenalkan filateli kepada generasi milenial dan Gen Z melalui program Duta Filateli Pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Pada kesempatan tersebut, turut dilantik 100 pengurus klub filateli pelajar se-Sumatera Selatan yang telah berhasil menyusun koleksi kategori Filateli Kreatif.
Fadli Zon mengapresiasi Pengurus Daerah (PD) PFI Sumatera Selatan atas keberhasilannya merangkul sekolah-sekolah dan tenaga pendidik hingga mampu memasukkan materi filateli sebagai bahan ajar literasi.
Kemeriahan acara ini juga didukung oleh kehadiran 12 pengurus PD PFI dari berbagai daerah, seperti PD PFI Sumatera Utara yang dihadiri Ketua Drs. H. Syahniman, M.Si., Sekretaris Agus Kirnanda, M.Si., Bendahara Dra. Euis Juniwanti, serta perwakilan Komunitas Filateli Kota Binjai, Redi Sofyan.
Selanjutnya kedepan, Fadli Zon berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Ia menekankan agar event ini tidak sekadar menjadi seremoni belaka, melainkan harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan literasi dan pembentukan karakter generasi muda bangsa.@
Fd/Ak/timEGINDO.com