Jayapura|EGINDO.co Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat cakupan penjaminan simpanan perbankan di wilayah Papua II, yang meliputi Papua Barat dan sekitarnya, mencapai 99,97 persen hingga 31 Juli 2026. Angka tersebut berada di atas cakupan penjaminan secara nasional yang tercatat sebesar 99,95 persen.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS III Prayitno Amigoro mengatakan, dari sekitar 2,10 juta rekening nasabah di wilayah Papua II, hampir seluruhnya telah masuk dalam cakupan penjaminan penuh LPS.
“Untuk wilayah Papua I, termasuk Kota Jayapura, sebanyak 99,96 persen dari 4,49 juta rekening dijamin penuh oleh LPS. Sementara di Papua II, sebanyak 99,97 persen dari 2,10 juta rekening dijamin penuh,” kata Prayitno dalam kegiatan LPS Media Meet Up Papua 2026 di Kota Jayapura, Papua, Rabu (9/9/2026).
LPS menjamin simpanan nasabah hingga Rp2 miliar per nasabah pada setiap bank. Namun, Prayitno mengingatkan bahwa masyarakat perlu memahami ketentuan yang berlaku agar simpanan mereka memenuhi kriteria untuk dapat dibayarkan LPS apabila terjadi persoalan pada bank.
Menurutnya, terdapat tiga persyaratan utama yang dikenal dengan istilah 3T yang harus diperhatikan nasabah.
Pertama, simpanan nasabah harus tercatat dalam pembukuan bank. Kedua, tingkat bunga yang diterima nasabah tidak boleh melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS. Ketiga, nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank maupun melanggar hukum.
“Jadi masyarakat tidak hanya perlu mengetahui bahwa simpanannya dijamin, tetapi juga harus memahami kriteria simpanan yang layak dibayar oleh LPS,” ujar Prayitno.
Ia menilai tingginya cakupan penjaminan di wilayah Papua menunjukkan sebagian besar rekening nasabah telah berada dalam cakupan penuh penjaminan LPS.
Meski demikian, LPS terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan. Edukasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung stabilitas industri perbankan.
“Meski begitu kami terus memberikan pemahaman masyarakat terhadap ketentuan penjaminan simpanan menjadi penting untuk menjaga kepercayaan terhadap industri perbankan,” katanya. (Sn)