Jakarta|EGINDO.co Penerapan sistem inti administrasi perpajakan (Coretax Administration System) oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) membuahkan hasil signifikan. Sistem baru ini sukses memperluas integrasi data sekaligus menambah sedikitnya 2 juta basis pajak baru dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, Bimo Wijayanto, menyampaikan pencapaian tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI pada Senin (7/9/2026).
“Membaiknya pengaruh implementasi Coretax yang datanya sudah semakin dalam, sudah semakin luas dan bisa menambah basis pajak setidaknya sekitar 2 juta basis pajak tambahan dibandingkan periode tahun sebelumnya,” ujar Bimo. Kamis (10/9/2026).
Pengayaan data berbasis teknologi Coretax ini menjadi salah satu pendorong utama kinerja penerimaan negara yang terus mencatatkan pertumbuhan dua digit sepanjang tahun berjalan.
Kinerja Penerimaan Pajak Tumbuh Impresif
Hingga akhir Agustus 2026, penerimaan pajak bulanan diestimasi melonjak hingga 27% secara tahunan (year on year/YoY). Jika dibandingkan dengan realisasi Agustus 2025 yang tercatat sebesar Rp1.135,4 triliun, angka penerimaan pada Agustus 2026 diperkirakan menembus Rp1.441,9 triliun.
Secara kumulatif, penerimaan pajak sepanjang tahun 2026 telah bertumbuh 24,1% (YoY). Capaian ini memenuhi 61,15% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, atau setara dengan 62,4% dari proyeksi (outlook) penerimaan tahun ini.
Ditopang Komoditas Utama dan Kepatuhan Wajib Pajak
Selain dari efektivitas Coretax, Bimo menjelaskan bahwa lonjakan penerimaan negara turut disokong oleh performa positif sektor komoditas unggulan Indonesia serta peningkatkan kepatuhan para wajib pajak.
“Secara umum bahwa pertumbuhan yang baik di 2026 sampai Juli itu di seluruh jenis pajak utama dan pertumbuhan bruto pun tercatat angka hampir 12%. Tentu itu dicapai melalui efektivitas peningkatan compliance, dengan basis pajak sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik,” pungkas Bimo di hadapan para anggota dewan. (Sn)