Jakarta|EGINDO.co Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih tergolong tinggi. Gunung api tersebut kembali mengalami erupsi pada Kamis (10/9/2026) pagi dan hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, erupsi terjadi pada pukul 09.10 WIB. Erupsi tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 47 milimeter dan berlangsung selama sekitar 17 detik.
“Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Kamis, 10 September 2026, pukul 09:10 WIB,” demikian keterangan PVMBG yang dikutip dari laman resminya.
Meski erupsi kembali terjadi, tinggi kolom erupsi tidak dapat teramati. Kondisi tersebut dipengaruhi gunung api yang sedang tertutup kabut. PVMBG juga melaporkan asap kawah tidak teramati.
Pada saat pemantauan, cuaca di sekitar gunung api terpantau berawan dengan angin lemah menuju barat laut. Suhu udara berada di kisaran 25,9–26,1 derajat Celsius, sedangkan kelembapan mencapai 81–87 persen.
Aktivitas kegempaan juga masih tercatat. Setelah erupsi tersebut, terjadi empat kali gempa, terdiri atas tiga kali gempa Hybrid/Fase Banyak dan satu kali gempa Tremor Menerus.
Radius 3 Kilometer Masih Terlarang
Dengan status Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III (Siaga), PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan pusat aktivitas gunung api.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
PVMBG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan aktivitas vulkanik, antara lain awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
Bagi masyarakat yang wilayahnya terdampak abu vulkanik, PVMBG merekomendasikan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Warga Banten dan Lampung Diminta Tetap Tenang
PVMBG turut mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung agar tetap tenang. Masyarakat diminta tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut-sebut akan menyebabkan tsunami.
Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan dan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Gunung Anak Krakatau sendiri diketahui kembali mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) malam. Aktivitas erupsi tersebut menyebabkan material abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, terutama Banten, DKI Jakarta, Sumatra, hingga Jawa Barat.
Dengan aktivitas yang masih tinggi dan status Siaga yang belum berubah, masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan instansi kebencanaan serta tidak memasuki zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya. (Sn)