New York | EGINDO.co – Linda Noskova berencana untuk melupakan kekecewaannya dan menikmati suasana New York setelah ia nyaris menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, di perempat final AS Terbuka pada hari Selasa.
Petenis asal Ceko itu sempat unggul lewat *break* di set penentuan dan memimpin dalam *tiebreak* terakhir, namun akhirnya kalah 7-6(1), 3-6, 7-6(10-7) dari sang juara bertahan dua kali dalam pertarungan sengit selama tiga jam di Stadion Arthur Ashe.
Alih-alih meratapi kekalahan tersebut, petenis berusia 21 tahun itu memutuskan untuk menikmati waktu sebaik mungkin di New York sebelum kembali ke negaranya.
“Saya akan tinggal sekitar tiga hari lagi. Saya rasa saya akan minum-minum dan melupakan kejadian ini,” ujar Noskova sambil tertawa kepada para wartawan. “Untungnya, usia saya sudah cukup untuk melakukan hal itu.”
“Saya sangat menyukai New York. Banyak tempat yang ingin saya kunjungi. Saya punya banyak teman baik di sini. Mereka akan mengajak saya berkeliling dan, yah, semoga saja saya bisa melupakan kekalahan ini dalam beberapa jam ke depan.”
Ada banyak hal yang layak dilupakan setelah Noskova berulang kali memaksa unggulan teratas Sabalenka bermain hingga batas kemampuannya, namun kemudian harus menyaksikan petenis Belarusia itu bangkit di set ketiga dan memenangkan *tiebreak*.
Noskova mengakui bahwa ia bisa saja mengambil keputusan berbeda di momen-momen krusial, namun ia juga mengakui bahwa Sabalenka mampu menampilkan permainan terbaiknya saat situasi menuntut hal tersebut.
Meski demikian, kekalahan ini menjadi pengingat akan seberapa jauh perkembangan Noskova sejak pencapaian gemilangnya di Wimbledon.
“Saya merasa semangat itu sudah kembali,” ujarnya mengenai motivasinya, setelah sebelumnya sempat kesulitan menemukan kembali hasrat bertanding pasca kesuksesan baru-baru ini. “Kekalahan seperti ini bagus untuk motivasi… Saya harus mengambil sisi positif dari semua ini.”
Terlepas dari rasa kecewa, Noskova merasa dirinya layak berada di jajaran elit WTA, mengingat ia sempat mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni peringkat enam dunia, bulan lalu.
“Setelah pertandingan-pertandingan seperti ini, di mana hasilnya sangat tipis… hal itu seolah mengingatkan Anda di posisi mana Anda berada saat ini,” katanya. “Saya hanya akan berusaha untuk terus melangkah maju. Saya merasa nyaman saat bermain di lapangan—itu selalu menjadi hal utama bagi saya—dan peringkat sebenarnya tidak terlalu penting.”
Sumber : CNA/SL