Aktivitas Gunung Lewotolok Meningkat, Operasional Bandara Wunopito Lewoleba Dihentikan Sementara

Ilustrasi
Ilustrasi

Nusa Tenggara Timur|EGINDO.co Erupsi Gunung Lewotolok kembali berdampak pada sektor transportasi udara di Nusa Tenggara Timur. Penerbangan dari dan menuju Lewoleba harus terhenti sejenak setelah otoritas penerbangan memutuskan untuk memperpanjang masa penutupan Bandara Wunopito akibat sebaran abu vulkanik yang dinilai membahayakan keselamatan penerbangan.

Langkah mitigasi ini diberlakukan mulai Rabu (9/9/2026) pukul 07.18 WITA dan diproyeksikan berlangsung hingga Kamis (10/9/2026) pukul 07.00 WITA. Pembekuan sementara rute udara ini diambil guna mengantisipasi risiko gangguan mesin pesawat maupun jarak pandang penerbangan yang terhalang paparan abu vulkanik.

Panduan bagi Calon Penumpang

Guna meminimalisasi kendala perjalanan, seluruh calon penumpang serta masyarakat umum diimbau untuk mengambil langkah-langkah berikut:

  • Cek Status Penerbangan: Hubungi pihak maskapai secara berkala untuk memperbarui status penerbangan terbaru.

  • Opsi Reschedule atau Refund: Konfirmasikan kebijakan penjadwalan ulang atau pengembalian tiket sesuai regulasi masing-masing penyedia jasa penerbangan.

  • Pantau Imbauan Resmi: Tetap perhatikan maklumat dari otoritas bandara setempat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait pergerakan sebaran abu vulkanik.

Kondisi operasional Bandara Wunopito akan dievaluasi secara berkelanjutan sesuai dengan dinamika aktivitas erupsi Gunung Lewotolok dan arah angin di wilayah tersebut. (Sn)

Scroll to Top