PKKMB 2026 Universitas Satya Terra Bhinneka, Sofyan Tan: Pendidikan Fondasi Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas Satya Terra Bhinneka Selasa (8/9/2026) dibuka secara resmi. (Foto: Fadmin Malau)
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas Satya Terra Bhinneka Selasa (8/9/2026) dibuka secara resmi. (Foto: Fadmin Malau)

Medan | EGINDO.com – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka pada Selasa (8/9/2026) dibuka secara resmi dengan penuh semangat dari ribuan mahasiswa baru ST Bhinneka yang berlasngsung di kampus ST Bhinneka Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara di Komplek Yayasan Iskandar Muda.

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru 2026 Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka dengan tema “Tumbuh dalam Kebhinekaan, Berdampak Secara Berkelanjutan”. PKKMB 2026 ST Bhinneka dibuka dan dihadiri serta memberikan pembekalan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) dr. Sofyan Tan yang juga anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan memberikan motivasi mendalam bagi para mahasiswa baru dalam belajar dan mengejar impiannya menjadi sukses pada masa depan.

Dihadapan ribuan mahasiswa baru ST Bhinneka yang juga dihadiri Stella Christie Wamendiktisaintek, Prof. Saiful Anwar Matondang, MA., Ph.D. Kepala LLDIKTI Wilayah Satu, Iman Irdian Saragih Wali Kota Tebing Tinggi, Zainal Abidin Hutagalung Asisten Pemerintah dan Kesra Kabupaten Deli Serdang, Kamaluddin Staf Ahli Bidang Ekonomi dan pembangunan Pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai, Misfaruddin Statistisi Ahli Utama BPS Provinsi Sumatera Utara, Felix Iskandar Harjatanaya Anggota Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Finche Kosmanto, Ketua Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Bobby Christian Halim Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka, Kompol Yunus Tarigan Kapolsek Medan Sunggal, Warius Wiratama Area Head Bank Mandiri, para Wakil Rektor (Warek), para Dekan, para Kaprodi, para Dosen dan seluruh Civitas Akademika Universitas Satya Terra Bhinneka dan para Kepala Dinas, Rektor/Direktur Kampus, Mitra Kerja, Mitra Industri dan undangan lainnya dr Sofyan Tan menceritakan secara runut perjalanan hidupnya dalam melahirkan kampus Universitas Satya Terra Bhinneka.

Sofyan Tan memaparkan kehadiran Universitas Satya Terra Bhinneka menjawab kebutuhan bangsa. (Foto: Fadmin Malau)

Ketua Dewan Pembina YPSIM, dr. Sofyan Tan, mengatakan perjalanan 39 tahun bukanlah waktu yang singkat. Menurutnya Universitas Satya Terra Bhinneka lahir dari perjuangan panjang yang awal berdirinya dalam kondisi yang serba terbatas. Perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan air mata.

Sofyan Tan mengakui secara konsisten menjalankan konsep pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dari berbagai kondisi ekonomi, memberikan akses pendidikan kepada ribuan anak dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi, prinsipnya tidak membedakan latar belakang suku, agama maupun kondisi ekonomi.

Kesemuanya itu katanya dengn semangat mempersiapkan masa depan anak bangsa yang tangguh dan meyakini dengan bahwa pendidikan merupakan fondasi paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Keyakinan itu berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana, Sofyan Tan menceritakan bagaimana dirinya berjuang untuk mendapatkan pendidikan, kuliah di Fakultas kedokteran sambil menjadi tenaga pengajar, menjadi guru, menjadi pendidik karena diyakininya bahwa pendidikan menjadi titik balik perubahan kehidupannya. “Saya punya keinginan, punya impian, punya cita-cita bagaimana saya dapat meningkatkan kehidupan keluarga menjadi lebih baik melalui pendidikan,” katanya menegaskan.

Wamendiktisaintek Stella Christie, Kepala LLDIKTI Wilayah Satu Prof. Saiful Anwar Matondang, anggota Komisi X DPR RI dr. Sofyan Tan foto bersama dengan mahasiswa baru Satya Terra Bhinneka. (Foto: Fadmin Malau)

Sofyan Tan menilai keberhasilan perguruan tinggi tidak sekadar diukur dari banyaknya lembaran ijazah yang diterbitkan, berapa banyak lulusan yang dihasilkan akan tetapi lebih dari itu yakni perguruan tinggi mampu menjadi lembaga yang mampu membentuk para lulusan yang berkarakter, berkompetensi tinggi dan berdaya saing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dipaparkannya bahwa kehadiran Universitas Satya Terra Bhinneka harus mampu menjawab kebutuhan bangsa dan negara. Oleh sebab itu, ST Bhinneka dirancang untuk mengembangkan program-program studi yang sangat relevan dengan kebutuhan bangsa dan kebutuhan zaman kini dan masa mendatang.

“Universitas Satya Terra Bhinneka, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, agrobisnis dan agroteknologi, informatika, bisnis digital, kewirausahaan, hingga manajemen lingkungan sehingga dapat menjawab kebutuhan zaman kini dan masa mendatang,” kata Sofyan Tan.

Ditegaskannya bahwa cita-citanya untuk setiap lulusan Universitas Satya Terra Bhinneka memiliki kompetensi, kemampuan dan masa depan yang baik, sehingga mampu membangun Indonesia yang superior. Cita-cita itu menurutnya harus terwujud dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Persatuan dan kesatuan menjadi kunci dalam keberhasilan Universitas Satya Terra Bhinneka, untuk itu Sofyan Tan menitipkan pesan persatuan agar seluruh mahasiswa menjadikan keberagaman suku, agama, dan budaya di kampus sebagai modal kekuatan bersama, bukan sebagai sekat pemisah. Keharmonisan dalam kebhinekaan menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan bangsa. Katanya yang dikenal adalah bahwa kita semuanya adalah bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati bagi semua Civitas Akademika Universitas Satya Terra Bhinneka.

Sementara itu Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka, Bobby Christian Halim dalam sambutannya menjelaskan tentang keberhasilan yang diraih Universitas Satya Terra Bhinneka. Katanya ST Bhinneka akan bergerak dari riset, bukan saja di Sumatera Utara akan tetapi mengglobal. “Mahasiswa belajar dari Medan akan tetapi berpikirnya internasional sehingga menjadi mahasiswa yang tangguh,” kata Bobby Christian Halim menegaskan.@

Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top