Neraca Perdagangan Indonesia Tetap Surplus, Pemerintah Dorong Diversifikasi Ekspor

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai kinerja perdagangan Indonesia masih cukup solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah pun terus mendorong diversifikasi pasar dan komoditas ekspor untuk menjaga surplus neraca perdagangan sekaligus memperkuat daya saing produk nasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 masih mencatat surplus sebesar US$0,12 miliar. Capaian tersebut ditopang surplus perdagangan nonmigas senilai US$3,10 miliar yang mampu menutup defisit sektor migas sebesar US$2,98 miliar.

Secara kumulatif, sepanjang Januari-Juli 2026, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar US$3,70 miliar. Surplus tersebut berasal dari sektor nonmigas yang mencapai US$22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar US$18,75 miliar.

Menurut Budi, penguatan ekspor perlu dilakukan melalui perluasan negara tujuan dan diversifikasi produk. Strategi tersebut dinilai penting agar ketergantungan terhadap pasar tertentu dapat ditekan sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha nasional.

Ekspor Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Penopang

Nilai ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,22 miliar, naik 2,98 persen dibandingkan Juni 2026 dan meningkat 6,05 persen secara tahunan.

Ekspor nonmigas menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$25,43 miliar. Angka tersebut tumbuh 4,25 persen secara bulanan dan 6,84 persen dibandingkan Juli 2025.

Sejumlah komoditas mencatat pertumbuhan signifikan pada Juli. Ekspor mesin dan peralatan mekanis meningkat 23,05 persen, tembaga dan barang daripadanya naik 21,20 persen, sementara pakaian dan aksesorinya bukan rajutan tumbuh 20,65 persen.

Namun, tidak seluruh komoditas mengalami peningkatan. Ekspor logam mulia dan perhiasan turun 45,07 persen, nikel dan barang daripadanya merosot 38,25 persen, sedangkan lemak dan minyak hewani atau nabati turun 6,21 persen.

Secara keseluruhan, ekspor Indonesia selama Januari-Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar, tumbuh 4,43 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas mencapai US$160,01 miliar atau meningkat 5,21 persen.

Sektor industri pengolahan tetap menjadi motor utama ekspor nasional. Kontribusinya mencapai 82,18 persen dari total ekspor dan tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dominasi tersebut menunjukkan pentingnya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Pemerintah menilai semakin banyak produk olahan yang diekspor akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global.

Impor Naik, Mayoritas untuk Kebutuhan Produksi

Di sisi lain, impor Indonesia pada Juli 2026 tercatat US$26,09 miliar, naik 0,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan melonjak 27,02 persen secara tahunan.

Impor nonmigas meningkat 4,57 persen secara bulanan menjadi US$22,33 miliar. Sementara itu, impor migas justru turun 17,33 persen menjadi US$3,77 miliar.

Sepanjang Januari-Juli 2026, total impor mencapai US$163,33 miliar, tumbuh 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagian besar impor digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi domestik. Bahan baku dan barang penolong menyumbang 71,45 persen dari total impor, sedangkan barang modal mencapai 19,88 persen. Adapun barang konsumsi hanya mengambil porsi 8,67 persen.

Dengan demikian, sekitar 91,33 persen impor Indonesia selama Januari-Juli 2026 berasal dari bahan baku, barang penolong, dan barang modal.

Kemendag menilai tingginya porsi bahan baku serta barang modal menunjukkan bahwa impor tidak semata-mata mencerminkan konsumsi, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan produksi dan investasi dalam negeri.

Pemerintah karena itu akan terus menjaga keseimbangan antara penguatan pasar domestik dan ekspansi ekspor. Peningkatan daya saing, hilirisasi, nilai tambah produk, serta pembukaan pasar baru menjadi strategi utama untuk menjaga kinerja perdagangan Indonesia tetap tumbuh secara berkelanjutan. (Sn)

Scroll to Top