Terentang, Bangka Barat | EGINDO.com – Perempuan di Dusun Pinang, Desa Terentang, Kabupaten Bangka Barat, mengambil peran aktif dalam memperkuat kemandirian pangan keluarga melalui kegiatan berkebun. Bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Pinang Lestari, yang dibentuk pada Juli 2025 dengan 25 anggota, mereka memanfaatkan lahan untuk menanam kangkung, jagung, kacang panjang, sawi, terong, kunyit, dan berbagai tanaman pangan lainnya.
Dalam siaran pers Sinar Mas Agribusiness and Food yang dilansir EGINDO.com pada Kamis (3/9/2026) menyebutkan hasil kebun dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, sekaligus menjadi sarana bagi anggota KWT untuk belajar, berbagi pengetahuan, serta mengembangkan keterampilan dalam budidaya dan perawatan tanaman.
Sebagian hasil panen juga dipasarkan sebagai bagian dari pengembangan usaha kelompok. Hingga saat ini, KWT Pinang Lestari telah berhasil memanen dan memasarkan lebih dari 700 kilogram sayuran, sekaligus memperkuat unit usaha kelompok sebagai sumber nilai tambah ekonomi bagi para anggotanya.
PT Bumi Permai Lestari (BPL), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama Sekolah Tani Indonesia mendampingi anggota KWT Pinang Lestari dalam mempelajari teknik penanaman dan perawatan berbagai tanaman pangan sejak 2025. Pendampingan ini mencakup teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, pemanfaatan lahan, hingga pengelolaan kegiatan kelompok. Dukungan juga diberikan melalui sarana produksi serta sarana dan prasarana yang membantu KWT menjalankan kegiatan kebun secara lebih terarah dan produktif.
Pendampingan tersebut mendorong perubahan dalam aktivitas anggota KWT. Sebelumnya, anggota lebih banyak beraktivitas di rumah dan kegiatan usaha masih dilakukan secara sederhana. Kini, mereka memiliki kegiatan produktif bersama, lebih aktif mengelola kebun, serta memiliki ruang untuk saling belajar dan bekerja sama dalam mengembangkan usaha kelompok.
Pasiah, Ketua KWT Pinang Lestari mengatakan bahwa pendampingan dan kegiatan tersebut membuat para anggota semakin memahami cara menanam dan merawat berbagai jenis tanaman pangan yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Yang paling terasa, sekarang kami lebih semangat berkebun karena bisa melakukannya bersama-sama serta hasilnya lebih optimal berkat pendampingan ini. Hasil kebun dapat kami manfaatkan di rumah, dan sebagian juga bisa dijual untuk menambah penghasilan kelompok. Kami juga bisa saling bertukar pengalaman. Harapannya, semakin banyak ibu-ibu yang ikut supaya manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” kata Pasiah.

Selain tanaman pangan, anggota KWT juga mengembangkan berbagai potensi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dusun Pinang. Tanaman pinang yang tumbuh di sepanjang wilayah dusun dan telah menjadi bagian dari identitas masyarakat, serta kopi dan kemunting juga turut dibudidayakan sebagai bagian dari pengembangan potensi lokal.
Kegiatan produktif lainnya selain berkebun juga dilakukan. Para anggota KWT turut mengembangkan kerajinan anyaman dan tas sumpet sebagai upaya menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.
Yusuf, Kepala Desa Terentang, mengatakan bahwa pendampingan tersebut turut membantu masyarakat mengembangkan potensi yang telah mereka miliki. “Harapan kami, ilmu yang diperoleh masyarakat bisa terus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Jangan sampai berhenti pada orang yang belajar hari ini, tetapi terus dibagikan kepada yang lain agar semakin banyak warga yang bisa memanfaatkan potensi yang ada di Dusun Pinang,” ujar Yusuf.
Bagi masyarakat Dusun Pinang, berkebun bukan sekadar menghasilkan panen. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam memanfaatkan lahan dan hasil kebun untuk kebutuhan keluarga, sekaligus memperkuat kemandirian pangan dari tingkat yang paling awal, yaitu rumah tangga.
Ismail Arsyad, Region Controller PT Bumi Permai Lestari, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat perlu dibangun dengan menghargai pengetahuan dan potensi yang telah dimiliki masyarakat. Melalui kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan Sekolah Tani Indonesia, dia berharap pendampingan yang diberikan dapat memperkuat kemampuan tersebut dan membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
“Dusun Pinang memiliki potensi yang tumbuh dari masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan mereka. Melalui pendampingan ini, kami berharap potensi tersebut dapat terus dikembangkan, tanpa meninggalkan nilai dan identitas lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dusun Pinang,” ujar Ismail.
Perkembangan yang dicapai KWT Pinang Lestari turut mengantarkan kelompok ini masuk dalam tiga besar grand finalis Tjipta UMKM Award 2026 kategori Inspiratif. Pencapaian tersebut menjadi salah satu pengakuan atas upaya kelompok dalam mengembangkan pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Program pemberdayaan masyarakat ini merupakan bagian dari Bright Future Initiative, jaringan akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah membantu 163 UMKM dalam merealisasikan dan mengembangkan 280 proyek di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.
KWT Pinang Lestari menunjukkan bagaimana potensi pertanian di Dusun Pinang dapat terus dikembangkan melalui kemauan untuk belajar dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dari menghidupkan kembali tanaman pinang yang lekat dengan sejarah dusun hingga mengembangkan lahan pertanian, setiap langkah menjadi bagian dari upaya kelompok membangun kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat.@
Rel/fd/timEGINDO.com