Selamatkan Bumi dan Buka Peluang Kerja, Bappenas Siap Dorong Industri Pekerjaan Hijau

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Krisis iklim yang kian mengancam mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis dalam menata masa depan ketenagakerjaan di Tanah Air. Dalam gelaran Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2026 di Jakarta pada Rabu (2/9/2026), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya bertransformasi menuju green jobs atau pekerjaan hijau sebagai tumpuan utama penyerapan tenaga kerja mendatang.

Langkah ini dinilai mendesak demi mencegah dampak buruk pemanasan global yang makin parah. Menurut Rachmat, ketergantungan pada sektor kerja konvensional yang ramah emisi hanya akan memicu serangkaian bencana alam, mulai dari kebakaran hutan hingga kenaikan permukaan air laut yang mengancam pulau-pulau kecil di Indonesia.

Untuk merealisasikannya, Bappenas akan mengambil sejumlah langkah strategis:

  • Redefinisi Kriteria Green Jobs: Merumuskan batasan dan standar pekerjaan hijau yang sesuai dengan kebutuhan nasional serta karakteristik lingkungan hidup di Indonesia.

  • Apresiasi untuk Tenaga Kerja: Dorongan agar pekerja di sektor ramah lingkungan ini mendapatkan hak dan reward yang lebih tinggi dibandingkan sektor industri biasa.

  • Indikator Mandiri: Mengkritisi Economic Complexity Index yang belum memasukkan aspek kelestarian lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya indikator pekerjaan hijau versi Indonesia agar tidak melulu didikte oleh standar global.

Inisiatif ini menegaskan bahwa pengembangan green jobs bukan sekadar sarana menciptakan lapangan kerja baru, melainkan bentuk kontribusi nyata Indonesia dalam menyelamatkan bumi dari ancaman krisis iklim. (Sn)

Scroll to Top