Medan | EGINDO.com – Akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi gunung sinabung, di Kabupaten Karo, Provinsi Sumut, yang terjadi pada Selasa (1/9/2026) kemarin ada sebanyak 55 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu dibatalkan. Sementara 6 penerbangan mengalami penyesuaian waktu atau retime, dan 11 penerbangan delay.
Pantauan EGINDO.co,m pada kemarin dan hari ini pada Rabu (2/9/2026) terlihat abu vulkanik Gunung Sinabung mengintai bandara Kualanamu, Deliserdang Sumatera Utara (Sumut) dan akibatnya sejumlah penerbangan terdampak dan melakukan penyesuaian penerbangan.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak kepada bandara udara (Bandara) Kualanamu akibatnya terhadap operasional penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO).
Informasi yang diterima EGINDO.co menyebutkan berdasarkan NOTAM A3254/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia, Bandara Internasional Kualanamu telah dinyatakan “Aerodrome – Resumed Normal Operation” atau operasional bandara telah kembali normal. Hal itu disampaikan Plt Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi, melalui Manager of Corporate Affairs, Mohamad Hikmat Hidayat.
Dengan demikian, operasional Bandara Kualanamu saat ini sudah dibuka kembali dan tidak lagi dalam status penutupan (hold bandara). Meski demikian dijelaskan, data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah menyesuaikan kondisi sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional masing-masing maskapai dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.@
Bs/fd/timEGINDO.com