Kinerja Keuangan Meroket, Laba Bersih PT Bukit Asam Melonjak 218 Persen pada Semester I/2026

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Perusahaan batu bara milik negara ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,64 triliun pada semester I/2026, meroket hingga 218,10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp833,04 miliar.

Pertumbuhan laba bersih yang impresif ini didorong oleh kenaikan pendapatan total perusahaan yang mencapai Rp22,02 triliun, tumbuh dari posisi semester I/2025 sebesar Rp20,45 triliun. Penjualan batu bara masih menjadi penopang utama lini bisnis PTBA dengan kontribusi sebesar Rp21,67 triliun, yang berasal dari penjualan ke pihak ketiga sebesar Rp12,3 triliun dan pihak berelasi senilai Rp9,36 triliun.

Selain dari lini utama batu bara, PTBA juga mengantongi pendapatan dari aktivitas usaha lainnya sebesar Rp355 miliar. Angka ini disumbangkan oleh pihak ketiga sebesar Rp325,6 miliar dan pihak berelasi sebesar Rp29,88 miliar, yang mencakup lini bisnis penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit, hingga jasa kesehatan rumah sakit serta sewa.

Performa positif PTBA kian solid berkat efisiensi operasional. Beban pokok pendapatan tercatat menyusut 2,33% menjadi Rp17,7 triliun dari sebelumnya Rp18,2 triliun. Alhasil, laba bruto perseroan melambung 89,02% menjadi Rp4,24 triliun, melampaui pencapaian semester I/2025 yang sebesar Rp2,24 triliun.

Dari sisi neraca keuangan per akhir Juni 2026, struktur pemodalan perseroan menunjukkan pertumbuhan yang kokoh:

  • Total Aset: Meningkat menjadi Rp48,1 triliun dari posisi akhir 2025 sebesar Rp43,9 triliun.

  • Total Liabilitas: Tercatat naik menjadi Rp22,76 triliun dibanding posisi akhir Desember 2025 senilai Rp21,3 triliun.

  • Total Ekuitas: Menguat menjadi Rp25,3 triliun dari sebelumnya Rp22,61 triliun pada akhir tahun lalu. (Sn)

Scroll to Top