Hasil Pengamatan Visual Periode 1 Hingga 30 Agustus 2026, Aktivitas Gunung Sinabung dari Waspada Jadi Siaga

Aktivitas Gunung Sinabung erupsi aktivitas erupsi berdasarkan pengamatan visual di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. (Foto: Fadmin Malau)
Aktivitas Gunung Sinabung erupsi aktivitas erupsi berdasarkan pengamatan visual di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. (Foto: Fadmin Malau)

Medan | EGINDO.com – Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara berada pada tingkat aktivitas Level II (Waspada) sejak 17 Mei 2023 dengan rekomendasi agar tidak beraktivitas di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 4,5 km untuk sektor selatan-timur Gunung Sinabung.

Gunungapi Sinabung diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berlokasi di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Adapun hasil pengamatan visual periode 1-30 Agustus 2026, Gunung Sinabung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-1.000 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 14-29°C. Selain itu, teramati vegetasi di lereng bagian timur menguning dan mengering.

Rekaman kegempaan selama periode yang sama terdiri dari : 1 kali gempa Guguran, 14 gempa Hembusan, 2 kali Gempa Tornillo, 29 kali gempa Low Frequency, 8 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal, 141 kali gempa Vulkanik Dalam, 26 kali gempa Tektonik Lokal, 1 kali gempa Terasa, 93 kali gempa Tektonik Jauh dan 1 kali Gempa Getaran Banjir.

Sebelum terjadinya erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB, terekam rentetan gempa yaitu 85 kali Gempa Vulkanik, 1 kali Gempa Hembusan dan 1 kali Tremor Harmonik. Pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB, terjadi erupsi dengan kolom erupsi sekitar 3.500 meter di atas puncak (± 5.960 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan masih berlangsung hingga Laporan Khusus ini dibuat.

Erupsi ini merupakan sebagai erupsi awal, dan tidak menutup kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar. Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Sinabung, sehingga tingkat aktivitas G. Sinabung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (SIAGA) terhitung mulai tanggal 31 Agustus 2026 Pukul 12.30 WIB.

Pada tingkat aktivitas Gunung Sinabung Level III (Siaga) dengan direkomendasikan sebagai berikut: Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius 6 km untuk sektoral selatan-timur.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Masyarakat di sekitar Gunung Sinabung diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ibu, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sumatera Utara dan BPBD Kabupaten Karo.

Pemerintah Daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Karo, diminta untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung yang berlokasi di Desa Ndokum Siroga. Masyarakat juga dapat mengakses informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau laman PVMBG di https://magma.esdm.go.id, https://vsi.esdm.go.id/, dan https://geologi.esdm.go.id untuk mengetahui perkembangan terbaru mengenai aktivitas Gunungapi Sinabung. Evaluasi tingkat aktivitas Gunungapi Sinabung akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top