Jakarta | EGINDO.com – Emiten milik Grup Sinarmas, PT Puradelta Lestari Tbk. memulai ekspansi pada paruh kedua 2026 lewat pengembangan proyek residensial Klaster Meliora di Kota Deltamas, Cikarang. Hal itu dikatakan Presiden Direktur Puradelta Lestari (DMAS) Hongky J. Nantung.
Dijelaskannya bahwa eksekusi proyek hunian tersebut menggandeng perusahaan asal Jepang, Sojitz Corporation. Rencananya, Klaster Meliora akan dikembangkan di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan total mencapai 170 unit dan menjadi bagian dari ekosistem Kota Mandiri Deltamas yang memiliki luas total mencapai 3.200 hektare (ha).
Katanya pada tahap pertama, Meliora tersedia sebanyak 68 unit dengan harga mulai dari Rp800 jutaan. Kehadiran proyek ini semakin memperkuat posisi Kota Deltamas sebagai destinasi hunian dan investasi yang terus berkembang di kawasan timur Jakarta.
Pada tahap awal, Meliora menghadirkan hunian dua lantai dengan dua pilihan tipe, yakni tipe 45/50 yang terdiri atas dua kamar tidur dan dua kamar mandi, serta tipe 56/60 yang memiliki tiga kamar tidur dan dua kamar mandi. Sementara itu, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto menjelaskan bahwa perusahaan membidik pasar pekerja di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC) yang juga dikembangkan oleh DMAS.
Hongky J. Nantung mengatakan ada 70.000 pekerja lebih di kawasan Kota Deltamas yang mana mereka memang membutuhkan rumah dan untuk jumlah unit yang akan diluncurkan juga kita cenderung terbatas. Di tengah melambatnya penjualan rumah kelas menengah dengan harga Rp500 juta hingga Rp2 miliar, DMAS berkomitmen menyelesaikan percepatan pembangunan agar dapat dibeli dengan skema pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebagai strategi penjualan agar meningkatkan minat masyarakat.
“Pemerintahan sebenarnya sudah memberikan insentif-insentif gitu, tergantung developer, nah ini kita kejar lah agar dapat diserap dengan PPN DTP. Seperti kita juga pasti akan kejar, insentif-insentif apapun yang ada di pemerintah memberikan ya kita akan kejar,” katanya.
Bila diasumsikan menggunakan harga jual, total nilai proyek secara keseluruhan mencapai Rp136 miliar hingga Rp145 miliar. Dari sisi konektivitas, Kota Deltamas telah terkoneksi dengan Tol Jakarta–Cikampek melalui KM 37, serta akan terkoneksi dengan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan tepatnya di KM 31 yang direncanakan beroperasi pada tahun ini, serta akses KM 42 yang masih dalam tahap pengembangan.@
Bs/fd/timEGINDO.com