Muktamar ke-35 NU Memasuki Babak Penentuan, Enam Tokoh Ramaikan Bursa Ketum PBNU

Ilustrasi
Ilustrasi

Jombang|EGINDO.co Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki momentum penting. Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026.

Pemilihan tersebut menjadi salah satu agenda paling menentukan dalam muktamar karena akan menetapkan figur yang memimpin PBNU untuk periode 2026–2031. Kepemimpinan baru nantinya diharapkan mampu membawa organisasi memasuki fase baru perjalanan NU pada awal abad kedua.

Sebelum sampai pada proses pemilihan ketua umum, rangkaian muktamar terlebih dahulu harus menuntaskan sejumlah agenda persidangan. Tahapan tersebut mencakup registrasi peserta, sidang pembukaan, penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya hingga proses demisioner.

Peserta muktamar kemudian akan membahas berbagai agenda organisasi melalui sidang komisi. Sejumlah persoalan keagamaan dan sosial juga menjadi bagian dari pembahasan melalui forum Bahtsul Masail.

Setelah tahapan persidangan tersebut rampung, muktamar akan memasuki agenda pemilihan Ketua Umum PBNU. Bursa calon saat ini diwarnai sejumlah nama dari kalangan ulama dan tokoh NU.

Enam tokoh yang disebut masuk dalam bursa antara lain KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), KH Muhammad Yusuf Chudlori, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta KH Zulfa Mustofa.

Persaingan para kandidat diperkirakan menjadi salah satu sorotan utama Muktamar ke-35. Selain menentukan figur ketua umum, proses tersebut juga akan menjadi gambaran arah kebijakan dan prioritas NU dalam lima tahun mendatang.

Dengan demikian, Muktamar ke-35 bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk merumuskan arah perjalanan organisasi periode 2026–2031. (Sn)

Scroll to Top