Sinar Mas Group Melalui Sinar Mas Land Dukung Garuda Spark untuk Perkuat Ekosistem Digital RI

Sinar Mas Group mendukung program Garuda Spark Innovation Hub
Sinar Mas Group mendukung program Garuda Spark Innovation Hub

Jakarta | EGINDO.com – Sinar Mas Group melalui Sinar Mas Land mendukung program Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperkuat ekosistem industri digital Indonesia.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi dalam pengembangan GSIH BSD City dengan skema Private Owned, Government Operated (POGO). Sinar Mas Land berperan menyediakan infrastruktur fisik, sementara pemerintah mengorkestrasi program dan jejaring yang menghubungkan startup, talenta digital, investor, akademisi, industri, hingga mitra global.

Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, mengatakan kehadiran GSIH di Biomedical Campus, BSD City, diharapkan dapat menjadi wadah bagi inovator dan talenta digital untuk berkolaborasi, membuka peluang usaha baru, serta memperluas akses ke pasar dan mitra global.

“Selain itu, tempat seperti ini juga akan mendorong peluang usaha baru semakin tersebar merata, termasuk turut menaikkelaskan usaha mikro, kecil dan menengah. Ini akan mendukung upaya bersama menumbuhkan perekonomian Indonesia,” kata Ferry Salman dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026) yang dikutip EGINDO.com.

GSIH BSD City mengusung tema “The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway” dan melanjutkan pengembangan hub yang sebelumnya telah hadir di Bandung, Jakarta, dan Medan. Kerja sama ini dilakukan dengan skema Private Owned, Government Operated (POGO). Sinar Mas Land menyediakan infrastruktur, sementara pemerintah mengembangkan program dan menghubungkan startup, talenta digital, industri, investor, akademisi, hingga mitra global.

GSIH ditujukan sebagai ruang kolaborasi sekaligus pintu masuk inovasi Indonesia ke pasar dan jaringan global. Inisiatif ini juga membuka akses yang lebih luas bagi inovator, komunitas, dan UMKM terhadap teknologi, SDM, pengetahuan, pendanaan, serta investor. Penguatan ekosistem dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Indosat Ooredoo Hutchison, Nongsa Digital Park, dan Ericsson. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyampaikan hadirnya GSIH di berbagai kota adalah langkah menyatukan kekuatan transformasi digital, mulai dari para pelaku, pemerintah, sektor usaha, investor, dan kalangan akademik. GSIH menjadi ruang kerja bersama, tidak lagi bertumbuh masing-masing per sektor.

“Selain diharapkan berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%, inisiatif digital ini diharapkan membantu tata kelola bisnis yang semakin transparan serta efisien, sehingga turut mempercepat penurunan indeks korupsi di Indonesia,” kata Meutya.

CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, mengatakan GSIH di Biomedical Campus tidak hanya membantu startup Indonesia mendapatkan akses teknologi dan pendanaan, tetapi juga menarik investor untuk masuk ke Indonesia. Hal ini didukung oleh posisi kawasan tersebut sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top