Jakarta|EGINDO.co Kepolisian Daerah Metro Jaya menerjunkan tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk mengawal rangkaian aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Ibu Kota pada Kamis (27/8/2026). Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan serta kesehatan para pengunjuk rasa maupun aparat gabungan yang bertugas di lapangan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa penyiagaan fasilitas kesehatan ini merupakan wujud pendekatan humanis dalam pengamanan ruang publik. Menurutnya, pemenuhan hak menyampaikan pendapat di muka umum harus berjalan selaras dengan kepastian perlindungan fisik bagi setiap warga negara.
”Polri hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, personel Dokkes kami siapkan untuk memberikan pertolongan apabila ada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” terang Budi saat memberikan keterangan resmi di Jakarta.
Selain menerjunkan unit pertolongan pertama (P3K) di titik-titik krusial, pihak kepolisian juga telah membangun sistem mitigasi medis berjenjang. Jalur evakuasi darurat dan skema rujukan cepat menuju rumah sakit sekitar telah disiapkan apabila terdapat pasien yang membutuhkan tindakan medis spesialis.
Melansir laporan Kompas.com, pengamanan fasilitas kesehatan dalam aksi massa di Jakarta memang menjadi standar operasional prosedur (SOP) krusial guna mencegah dampak fatal akibat kelelahan, dehidrasi, maupun potensi kericuhan. Senada dengan hal tersebut, media Antara turut mencatat bahwa kehadiran posko kesehatan lapangan kerap menjadi tumpuan warga sekitar yang terdampak penutupan jalan atau kemacetan lalu lintas di sekitar area unjuk rasa.
Guna memastikan situasi tetap terkendali, Polda Metro Jaya mengimbau seluruh elemen masyarakat yang turun ke jalan agar senantiasa menjaga ketertiban, memantau kondisi fisik pribadi, serta saling menghargai pengguna jalan lainnya demi mewujudkan iklim demokrasi yang damai. (Sn)