Prospek Saham ANTM Kian Silau Terkerek Tren Harga Emas dan Proyek Hilirisasi

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Tren penguatan harga emas global kembali memberikan angin segar bagi sektor pertambangan Tanah Air, tak terkecuali bagi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM). Minat investor asing yang memuncak membuat transaksi saham ANTM melesat hingga mencapai Rp367 miliar pada perdagangan awal pekan ini. Hingga pertengahan pekan, saham ANTM pun merangkak naik ke posisi Rp3.220 per lembar, mencatatkan kenaikan 2,22% secara year to date (YtD).

Dinamika Operasional Semester I/2026

Berdasarkan laporan operasional per 30 Juni 2026, ANTM mencatatkan kinerja operasional yang bervariasi di berbagai lini bisnisnya:

  • Emas: Produksi emas kumulatif sepanjang semester I/2026 tercatat sebesar 433 kg (13.921 troy ounce), sedikit terkoreksi dari 438 kg pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, volume penjualan emas mencapai 18.080 kg (581.286 troy ounce), mengalami penurunan 38,2% secara tahunan (year on year).

  • Perak: Produksi perak tercatat berada di level 2.512 kg (80.763 troy ounce).

  • Nikel & Feronikel: Produksi bijih nikel relatif stagnan di level 3,3 juta wet metric ton (wmt) pada kuartal II/2026. Namun, penjualan feronikel (FeNi) melonjak signifikan sebesar 71% secara kuartalan menjadi 4.800 ton.

Proyeksi Keuangan dan Katalis Hilirisasi

Analis KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana, menilai prospek keuangan ANTM pada tahun fiskal 2026 masih sangat solid. Didorong oleh optimisme harga rata-rata komoditas serta dorongan ekspansi, pendapatan ANTM diproyeksikan mampu menembus Rp99,8 triliun (naik 18,0% YoY) dengan laba bersih diperkirakan melejit 23,1% YoY menjadi Rp8,9 triliun.

Nilai tambah jangka panjang ANTM dipastikan datang dari percepatan berbagai strategi hilirisasi:

  • Segmen Emas: Pembuatan fasilitas logam mulia JIIPE kini memasuki tahap pra-konstruksi.

  • Segmen Nikel: Penguatan rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) melalui usaha patungan (joint venture) HKCBL (CATL) serta kerja sama terintegrasi bersama IBC dan Huayou Cobalt.

  • Segmen Bauksit: Peningkatan kapasitas fasilitas SGAR Mempawah menuju target 1 juta ton alumina pada Tahap I, diikuti mulainya groundbreaking ekspansi Tahap II.

Rekomendasi Analis

Meskipun pasar mengantisipasi tantangan melandainya harga jual nikel serta perlambatan permintaan emas domestik secara bertahap, potensi kenaikan harga emas global pada semester II/2026 diyakini masih menjadi penopang utama kinerja perseroan.

Dua lembaga sekuritas terkemuka pun kompak memberikan sinyal positif bagi para investor:

  • KB Valbury Sekuritas: Mempertahankan rekomendasi Beli dengan target harga Rp4.000/saham.

  • Indo Premier Sekuritas: Mempertahankan rekomendasi Beli dengan target harga Rp3.700/saham. (Sn)

Scroll to Top