Bangkok | EGINDO.co – Puluhan serangan pembakaran terkoordinasi di wilayah selatan Thailand yang dilanda pemberontakan pada Sabtu malam (22 Agustus) menyebabkan dua orang terluka dan merusak properti pemerintah, menurut keterangan militer.
Sebuah gedung kantor pemerintah daerah, sebuah gerai swalayan 7-Eleven, dan sebuah kendaraan curian dibakar dalam 51 serangan tersebut, menurut Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) militer dan laporan media setempat.
“Sejumlah insiden terkoordinasi yang bertujuan menciptakan keresahan terjadi di berbagai lokasi di seluruh provinsi perbatasan selatan” antara pukul 20.00 hingga tengah malam pada hari Sabtu, kata ISOC dalam sebuah pernyataan.
Sebagian besar serangan terjadi di provinsi Narathiwat—di mana dua warga sipil dilaporkan terluka dan jam malam diberlakukan—sementara serangan lainnya terjadi di provinsi tetangga, Yala dan Pattani, ungkap ISOC.
Sejak tahun 2004, konflik berskala rendah terus berlangsung di provinsi-provinsi paling selatan Thailand yang mayoritas penduduknya beragama Buddha, menewaskan lebih dari 7.000 orang, seiring perjuangan pemberontak di wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim untuk mendapatkan otonomi yang lebih luas.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu tersebut.
Gubernur Narathiwat, Boonchuay Homyamyen, mengatakan kepada media setempat bahwa pihak berwenang sedang memeriksa lokasi-lokasi serangan pada hari Minggu, termasuk kantor pemerintah daerah serta menara telekomunikasi dan tiang listrik.
Tidak ada laporan mengenai serangan lanjutan pada Minggu pagi, ujar Boonchuay, seraya menambahkan bahwa ia belum memiliki rincian mengenai korban luka.
Komando militer Narathiwat sebelumnya telah mengumumkan pemberlakuan jam malam mulai Sabtu malam hingga pukul 06.00 pagi hari Minggu.
Sebuah kendaraan dicuri dari kantor organisasi administrasi tingkat kecamatan di Narathiwat dalam salah satu serangan yang menyebabkan gedung tersebut terbakar hebat, kata ISOC.
Truk pikap yang hangus terbakar itu kemudian ditemukan ditinggalkan di jalan raya.
Kelompok pemberontak di wilayah selatan kerap melancarkan serangan terhadap aparat keamanan dan properti pemerintah, termasuk menjelang kunjungan para pejabat ke wilayah tersebut.
Bulan lalu, pelaku penyerangan menewaskan lima tentara dalam aksi penembakan dan pengeboman di sebuah pos pemeriksaan di Narathiwat. Wakil Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan para anggota kabinetnya dijadwalkan melakukan kunjungan dua hari ke kota Hat Yai di provinsi Songkhla bagian selatan pekan depan untuk membahas proyek investasi, pencegahan banjir, dan masalah keamanan, demikian disampaikan kantornya pada hari Sabtu.
Sumber : CNA/SL