Cincinnati, OH | EGINDO.co – Frances Tiafoe mengalahkan Lorenzo Musetti dengan skor 7-6(2), 7-5 pada hari Jumat untuk melaju ke semifinal Cincinnati Open, sekaligus menciptakan duel sesama petenis Amerika melawan Brandon Nakashima menjelang turnamen U.S. Open.
Tiafoe membutuhkan waktu lebih dari dua jam dan empat *match point* untuk memastikan kemenangan atas unggulan ke-10, Musetti, di tengah malam yang lembap di Ohio; ancaman badai petir di sekitar lokasi pertandingan sempat muncul namun tidak sampai menghentikan jalannya laga.
Tiafoe, yang berupaya membangkitkan kembali performanya setelah musim panas yang terganggu oleh kekalahan dini di Washington dan Montreal serta cedera pergelangan tangan, bermain agresif sepanjang pertandingan. Ia mencetak 18 *winner* sebelum akhirnya memastikan kemenangan lewat servis yang tak mampu dikembalikan lawan.
Tiafoe memiliki rekor pertemuan 6-1 melawan Nakashima, namun ia akan menghadapi lawan yang sedang dalam performa penuh percaya diri. Nakashima sebelumnya berhasil bangkit dari ketertinggalan *break* di set penentuan untuk mengalahkan sesama petenis Amerika sekaligus unggulan keenam, Taylor Fritz, dengan skor 7-6(9), 4-6, 6-3.
Nakashima kini telah mencapai babak empat besar dalam dua turnamen Masters 1000 secara berturut-turut setelah kiprahnya di Montreal pekan lalu. Pencapaian ini melengkapi tren kebangkitan impresifnya di lapangan keras Amerika Utara menjelang U.S. Open yang akan dimulai akhir bulan ini.
Nakashima, yang memasuki pertandingan dengan rekor pertemuan 1-4 melawan Fritz, berhasil memenangi set pertama yang sengit. Kedua pemain tampil dominan dalam servis mereka hingga pertandingan berlanjut ke babak *tiebreak* yang menegangkan.
Setelah saling berganti memimpin dan mencetak *mini-break*, Nakashima akhirnya berhasil memanfaatkan *set point* kelimanya saat pukulan Fritz jatuh sedikit di luar garis lapangan.
Fritz merespons dengan kuat; ia menggunakan pengembalian servis yang agresif untuk mematahkan servis Nakashima di awal set kedua, lalu menutup set tersebut dengan sebuah *ace* untuk memaksakan adanya set penentuan.
Fritz memanfaatkan kesalahan sendiri (*unforced errors*) yang dilakukan lawannya untuk mematahkan servis dan unggul 3-2 di set penentuan. Namun, momentum segera berbalik ketika Nakashima bangkit dari ketertinggalan 30-0 untuk mengonversi *break point* keduanya dalam pertandingan tersebut dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Nakashima kemudian memenangi tiga *game* terakhir seiring dengan bertambahnya kesalahan Fritz dan meningkatnya kepercayaan diri petenis unggulan ke-27 tersebut. Ia akhirnya memastikan kemenangan lewat servisnya sendiri, memperpanjang rentetan performa terbaik dalam kariernya sekaligus mencatatkan kemenangan keempatnya atas pemain peringkat 10 besar dunia musim ini.
Bejlek Lanjutkan Langkah Kejutan Taklukkan Pemain Unggulan
Di nomor putri, Sara Bejlek (20 tahun) melanjutkan kiprah kejutan usai menaklukkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka, dengan meraih kemenangan lewat pertarungan sengit melawan petenis Amerika Madison Keys—bangkit dari ketertinggalan untuk menang 3-6, 6-4, 7-6(5)—pada hari Jumat.
Petenis asal Ceko yang tidak diunggulkan ini akan tampil di semifinal WTA 1000 pertamanya setelah memenangi *tie-break* yang menegangkan di set penentuan.
“Saya jauh lebih percaya pada diri sendiri dibandingkan sebelumnya,” ujar Bejlek dalam wawancara di lapangan.
Selanjutnya, ia akan menghadapi petenis Amerika Coco Gauff, yang melaju mulus setelah mengalahkan petenis Ukraina Marta Kostyuk dengan skor 6-2, 6-2 hanya dalam waktu 70 menit.
Petenis berusia 22 tahun itu berhasil mencapai semifinal Cincinnati untuk kedua kalinya dan tetap berada di jalur yang tepat untuk mengulangi keberhasilannya meraih gelar juara pada tahun 2023.
“Tentu saja pertandingan berikutnya melawan Sara akan berlangsung sengit,” kata Gauff, yang berhasil melaju ke semifinal WTA 1000 kelimanya tahun ini.
“Dia telah mencatatkan beberapa kemenangan luar biasa. Namun, saya menantikan tantangan tersebut.”
Sumber : CNA/SL