Jakarta|EGINDO.co Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan 31 aksi demonstrasi dan 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta pada Selasa (18/8/2026). Pengamanan tersebut mencakup wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional. Pengalihan arus baru dilakukan apabila kondisi lalu lintas mengalami kepadatan akibat aktivitas massa maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar Bundaran HI, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan kawasan Monas diminta memperhatikan arahan petugas di lapangan. Polisi tidak menetapkan rekayasa lalu lintas secara menyeluruh sejak awal karena tetap mempertimbangkan kelancaran aktivitas masyarakat.
Dari total personel yang disiapkan, sebanyak 5.670 berasal dari Polda Metro Jaya, 222 personel dari Polres jajaran, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri.
Salah satu aksi yang menjadi perhatian ialah demonstrasi BEM Universitas Indonesia (UI) bertajuk #MerebutKemerdekaan di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi tersebut membawa delapan tuntutan, mulai dari pemberantasan korupsi, reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, hingga evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Mahasiswa juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP, peninjauan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), percepatan penanganan bencana di Sumatra dan Flores, serta penghentian tindakan represif dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil. Rencana aksi BEM UI di Bundaran HI juga diberitakan oleh detikcom dan iNews.
Dengan pengamanan tersebut, aparat mengimbau masyarakat tetap menjalankan aktivitas dengan mengikuti perkembangan situasi dan petunjuk petugas, terutama di kawasan yang menjadi titik konsentrasi massa. (Sn)