Hampir 13.000 Mengungsi Usai Gempa Dahsyat di Indonesia Timur

13.000 orang lebih mengungsi akibat gempa
13.000 orang lebih mengungsi akibat gempa

Ende, Flores | EGINDO.co – Ribuan orang di Indonesia Timur mengungsi akibat gempa bumi dahsyat, tepat saat negara ini memperingati Hari Kemerdekaan dan masih terguncang oleh dampak gempa susulan.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu dini hari itu menewaskan 54 orang dan melukai lebih dari 100 orang. Petugas penyelamat menyatakan tidak ada laporan mengenai orang hilang.

Ribuan orang berkemah di sekolah, kantor polisi, dan kantor pemerintah karena jumlah warga yang tidak dapat kembali ke rumah mereka telah mencapai 12.800 orang pada Senin pagi, tersebar di beberapa kota di Pulau Flores, ujar Berton Suar Pelita Panjaitan, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, kepada AFP.

Bencana yang terjadi pada hari Sabtu di provinsi Nusa Tenggara Timur ini merupakan yang paling mematikan di Indonesia sejak gempa tahun 2022 yang menewaskan ratusan orang di Jawa Barat.

Gempa tersebut juga memicu tanah longsor dan memutus akses jalan di provinsi paling selatan Indonesia itu, termasuk di wilayah Sikka dan Manggarai.

Ribuan orang dievakuasi; banyak di antaranya berlindung di tenda-tenda luar ruangan dan takut kembali ke rumah karena khawatir akan gempa susulan.

Terdapat hampir 1.600 gempa susulan di provinsi tersebut hingga hari Senin, menurut pernyataan kepala badan geofisika yang dikutip media lokal.

Badan tersebut melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di wilayah Nagekeo, dekat pusat gempa awal, pada Senin pagi.

Di area parkir sebuah puskesmas yang rusak—yang dipenuhi tenda dan tempat tidur rumah sakit—di sebuah desa dekat wilayah Ende yang terdampak gempa, Firmus Woge, seorang petani berusia 64 tahun, sedang dirawat karena penyakit asmanya. Kondisinya memburuk akibat kepanikan yang muncul saat bangunan-bangunan di sekitarnya terus berguncang.

Ia mengaku kesulitan bernapas sepanjang malam. Meski kondisinya sempat membaik pada Senin pagi, gempa susulan yang baru kembali membuatnya sesak napas.

“Saya merasa lebih baik tadi malam dan pagi ini, tapi kondisi saya memburuk lagi setelah gempa pagi tadi,” ujarnya sambil terengah-engah.

Pencarian Akan Dilanjutkan

Pihak berwenang menyatakan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada hari Senin.

Fathur Rahman, kepala kantor pencarian dan pertolongan di Maumere (ibu kota Sikka), mengatakan kepada Reuters pada hari Senin bahwa pencarian akan difokuskan pada pemantauan udara untuk mencari kemungkinan adanya korban hilang. Tim penyelamat akan menggunakan peralatan evakuasi khusus dan helikopter, kata Fathur, seraya menambahkan bahwa tidak ada laporan mengenai orang hilang maupun kendala yang menghambat pencarian.

Pihak berwenang telah menyiapkan pesawat untuk menyalurkan bantuan seperti makanan dan tenda, ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto pada Minggu malam. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada sekitar 500 rumah, ungkapnya.

Indonesia juga akan mendirikan rumah sakit lapangan darurat di beberapa wilayah, kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

Dokter bedah saraf dan dokter bedah ortopedi dibutuhkan untuk menangani kasus trauma kepala dan patah tulang, ujar Benjamin.

“Saya Tidak Lagi Memikirkan Hal Itu”

Di Jakarta, yang terletak sekitar 1.500 km di sebelah barat lokasi bencana, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin upacara peringatan kemerdekaan Indonesia dari pendudukan Jepang pada tahun 1945 pada hari Senin.

Warga yang mengungsi dari sebuah desa di Ende karena khawatir akan tsunami membawa pakaian serta kasur mereka ke tempat yang lebih tinggi.

Saat ditanya mengenai perasaannya terkait perayaan Hari Kemerdekaan, seorang warga bernama Gervas (42 tahun) berkata: “Saya tidak lagi memikirkan hal itu… Saya hanya memikirkan keselamatan istri dan anak kembar saya yang berusia empat tahun.”
Sumber : CNA/SL

Scroll to Top