Sydney | EGINDO.co – Negara bagian terpadat di Australia akan memulai program pembelian kembali senjata api pada bulan November, kata Perdana Menteri Anthony Albanese pada hari Sabtu (15 Agustus), meluncurkan reformasi yang dijanjikan setelah penembakan massal tahun lalu di Pantai Bondi.
Sepasang ayah dan anak dituduh melepaskan tembakan dalam sebuah perayaan komunitas Yahudi di negara bagian New South Wales pada bulan Desember lalu, menewaskan 15 orang dalam salah satu insiden penembakan massal paling mematikan di Australia pada masa modern.
Otoritas New South Wales menjanjikan serangkaian reformasi pengendalian senjata api setelah serangan tersebut, termasuk program pembelian kembali.
Albanese mengatakan program pembelian kembali senjata api di negara bagian itu akan dimulai pada 2 November, dengan menawarkan pembayaran tunai untuk pistol, *shotgun*, dan senapan yang memenuhi syarat.
“Kita harus melakukan segala upaya untuk memastikan serangan teroris yang didasari sentimen antisemitisme di Bondi tidak terjadi lagi,” ujarnya.
“Hal itu mencakup reformasi senjata api berskala nasional yang bermakna.”
New South Wales telah mengesahkan undang-undang yang membatasi kepemilikan senjata api bagi individu maksimal empat pucuk, dengan sejumlah pengecualian bagi para petani.
Program pembelian kembali ini akan ditawarkan kepada pemilik senjata yang memiliki jumlah senjata melebihi batas yang diizinkan dalam aturan baru tersebut.
Mereka akan menerima pembayaran hingga US$700 (A$1.000) tergantung pada jenis senjatanya, dengan biaya yang ditanggung bersama oleh pemerintah federal dan pemerintah negara bagian.
Premier negara bagian, Chris Minns, mengatakan ratusan ribu pucuk senjata api dapat diserahkan kembali.
“Kami ingin senjata-senjata itu diserahkan, diberikan kompensasi, dan dimusnahkan dengan aman,” katanya.
“Ini adalah upaya besar, namun prinsip dasarnya sederhana: Semakin sedikit senjata berbahaya di tengah masyarakat kita, berarti New South Wales menjadi tempat yang lebih aman.”
Otoritas Australia awalnya mengumumkan program pembelian kembali senjata api berskala nasional yang akan dilaksanakan di seluruh negara bagian dan wilayah.
Namun, rencana tersebut terhenti akibat perbedaan pendapat mengenai pihak yang akan menanggung biayanya serta bagaimana pelaksanaannya.
Pelaku penembakan, Sajid Akram (50 tahun), ditembak mati oleh polisi saat serangan di Pantai Bondi yang terkenal di Sydney pada 14 Desember.
Putranya, Naveed—seorang warga negara kelahiran Australia yang kini masih ditahan—telah didakwa melakukan tindakan terorisme dan pembunuhan terhadap 15 orang.
Sumber : CNA/SL