Warga Dievakuasi, Kebakaran Hutan di Belgia Hanguskan 1.600 Hektare

Kebakaran Hutan di Belgia Hanguskan 1.600 Hektare
Kebakaran Hutan di Belgia Hanguskan 1.600 Hektare

Brussel | EGINDO.co – Warga mulai mengungsi dari dua desa di Belgia timur pada hari Sabtu (15 Agustus) saat petugas pemadam kebakaran—yang dibantu oleh pesawat penyiram air dan helikopter dari berbagai penjuru Eropa—berjuang memadamkan salah satu kebakaran hutan terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Tim bantuan dari seluruh negeri dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang bermula pada hari Jumat di taman alam High Fens (Hautes Fagnes)—kawasan hutan dan padang semak luas yang populer di kalangan pendaki dekat perbatasan Jerman—dan dengan cepat meluas.

Hingga Sabtu sore, api telah menghanguskan setidaknya 16 kilometer persegi (enam mil persegi) lahan, menurut Nicolas Yernaux, juru bicara otoritas regional Wallonia.

Warga di sebagian wilayah desa Sourbrodt dan Buetgenbach diperintahkan untuk mengungsi sekitar pukul 16.00 waktu setempat, demikian disampaikan otoritas setempat melalui unggahan di Facebook.

Warga lain di area tersebut diimbau untuk tetap berada di dalam rumah serta menutup pintu dan jendela. Sebuah gedung olahraga di wilayah tetangga dibuka untuk menampung para pengungsi.

Kobaran api masih belum terkendali, ujar Yernaux, yang menyebut peristiwa ini sebagai kebakaran “terbesar dalam sejarah terkini” Belgia.

“Ada risiko api dapat menjangkau permukiman warga, namun kami mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk melindunginya,” katanya.

Seorang jurnalis AFP dikawal masuk ke zona kebakaran bersama Menteri Dalam Negeri Bernard Quintin, menyaksikan hamparan luas vegetasi yang hangus dengan asap tebal yang menyelimuti udara.

“Saat melihat kondisi pagi tadi dibandingkan dengan sekarang, Anda pasti akan terkejut,” ujar Quintin kepada AFP.

“Namun di saat yang sama, kami bersyukur atas upaya yang telah dilakukan. Anda bisa melihat para petani di sini berkeliling dan terus membasahi area tersebut. Sungguh mengesankan, sangat mengesankan.”

Di media sosial, banyak petani mengunggah foto diri mereka saat menuju lokasi kebakaran untuk membantu tim darurat.

Medan Yang Sulit

Operasi pemadaman terkendala oleh medan kawasan High Fens yang beragam—campuran antara padang semak, lahan gambut, dan jalur pejalan kaki dari kayu yang ditinggikan.

Petugas pemadam kebakaran telah “mundur ke tepi hutan dan membiarkan sebagian padang semak terbakar karena akses ke area tersebut sangat sulit,” kata Yernaux. Belgia dengan sigap mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil Uni Eropa, yang memungkinkannya meminta bantuan personel dan peralatan dari berbagai penjuru benua tersebut.

Komisaris Eropa Hadja Lahbib mengatakan bahwa dua pesawat penyiram air (*water-bombing*) asal Swedia serta dua helikopter—masing-masing dari Republik Ceko dan Belanda—sedang dalam perjalanan menuju lokasi.

“Situasinya rumit dan sangat bergantung pada pengerahan sumber daya udara,” ujar Yernaux.

David Rodolfs (38 tahun), pemilik dua restoran di kawasan Waimes yang tak jauh dari lokasi kejadian, mengatakan bahwa kebakaran hutan tersebut memaksa tempat-tempat usaha untuk melakukan evakuasi dan membuat warga terpukul melihat kerusakan yang ditimbulkannya.

“Ini adalah sebuah bencana,” ujarnya kepada AFP.

Menurut Rodolfs, beberapa rekannya sempat menyaksikan saat api mulai berkobar pada hari Jumat.

“Abu berjatuhan ke atas meja, lalu kami meminta pelanggan untuk segera pergi. Tidak ada hidangan penutup; semua orang harus meninggalkan tempat itu.”

Para Petani Menawarkan Bantuan

Gubernur Provinsi Liège, Herve Jamar, mengatakan bahwa pihak berwenang telah menerima banyak sekali tawaran bantuan—mulai dari penyediaan konsumsi hingga dukungan operasional di lapangan.

“Kami sekali lagi ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah bergerak dan menunjukkan solidaritas mereka,” tulis Jamar di Facebook, sembari mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan saluran telepon pemadam kebakaran kecuali untuk keadaan darurat.

Seperti sebagian besar wilayah Eropa lainnya, Belgia belakangan ini kembali dilanda gelombang panas ekstrem, dengan suhu mencapai 37 derajat Celsius di beberapa wilayah negara itu pada hari Jumat.

Lokasi kebakaran hutan ini hanya berjarak beberapa puluh kilometer dari kebakaran besar lainnya di Jerman bagian barat, yang telah memaksa sekitar 1.800 orang mengungsi saat kobaran api mulai mendekati permukiman warga di kota Hurtgenwald.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top