London | EGINDO.co – Ryanair pada hari Rabu menyatakan akan menerapkan perangkat AI Gemini dan model DeepMind dari Google di seluruh lini operasionalnya sebagai bagian dari kemitraan *cloud* baru berdurasi lima tahun; teknologi ini akan digunakan untuk membantu pengaturan jadwal awak pesawat dan pengambilan keputusan operasional.
Ryanair, maskapai penerbangan terbesar di Eropa berdasarkan jumlah penumpang, mengatakan akan menerapkan layanan Google Workspace dan Google Cloud milik Alphabet bagi 35.000 karyawannya di seluruh jaringan perusahaan, guna mendukung upaya mencapai target mengangkut 300 juta penumpang setiap tahunnya pada tahun 2034.
“Untuk mendukung pertumbuhan ini, kami perlu memastikan ketahanan infrastruktur yang prima, dan strategi *dual-cloud* (dua penyedia *cloud*) kami yang baru dapat mewujudkannya, didukung oleh mitra teknologi yang selaras dengan kecepatan serta fokus kami yang tak kenal lelah terhadap efisiensi,” ujar CEO Ryanair, Eddie Wilson.
Kesepakatan Ryanair dengan Google Cloud ini melengkapi penggunaan Amazon Web Services yang sudah ada sebelumnya, sebagai bagian dari strategi untuk meminimalkan risiko gangguan layanan teknologi.
Maskapai asal Irlandia ini menyatakan akan menggunakan Gemini Enterprise untuk mengembangkan agen AI khusus guna mengotomatisasi pengambilan keputusan tertentu, memperbaiki pengaturan jadwal awak, serta mengurangi gangguan operasional.
Pihak maskapai juga menyebutkan akan menggunakan model Google DeepMind, termasuk AlphaEvolve dan WeatherNext, untuk mendukung operasional armada dan penjadwalan pemeliharaan. Nilai finansial dari kesepakatan ini tidak diungkapkan ke publik.
“Kesepakatan ini menunjukkan bagaimana penerapan AI generatif dalam skala besar… dapat membantu para pemimpin industri untuk berkembang secara aman, menekan biaya operasional, dan mendefinisikan ulang pengalaman perjalanan,” kata Maureen Costello, Wakil Presiden Google Cloud untuk wilayah Inggris Raya, Irlandia, dan Afrika Sub-Sahara.
Industri penerbangan terus memperluas penggunaan AI dalam layanan pelanggan, operasional, dan pemeliharaan—sebagaimana ditunjukkan oleh studi dari penyedia teknologi penerbangan SITA dan asosiasi maskapai IATA—seiring dengan upaya maskapai untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan layanan.
Sumber : CNA/SL