Hong Kong | EGINDO.co – Indeks saham teknologi utama Hong Kong berencana memasukkan 20 perusahaan tambahan serta tema kecerdasan buatan (AI) dan robotika untuk mencerminkan perubahan dalam industri tersebut, demikian pernyataan perusahaan pengelolanya.
Diluncurkan pada tahun 2020, Hang Seng Tech Index memantau kinerja 30 perusahaan teknologi terbesar yang terdaftar di Hong Kong.
Indeks acuan yang menjadi tolok ukur bagi aset senilai US$40,4 miliar ini berencana menambah jumlah konstituennya menjadi 50 perusahaan, menurut dokumen konsultasi pasar yang dirilis oleh Hang Seng Indexes Company pada hari Senin (10 Agustus).
Perusahaan berencana merombak enam tema teknologinya dengan menambahkan kecerdasan buatan dan robotika ke dalam daftar, yang juga mencakup platform digital, perangkat keras canggih, teknologi komputasi awan (cloud), dan teknologi perintis (frontier technology).
“Seiring dengan semakin luasnya sektor teknologi Hong Kong, perubahan yang diusulkan ini bertujuan untuk memperluas cakupan tema teknologi, menyempurnakan pemilihan konstituen, dan menambah jumlah konstituen, sehingga indeks tersebut terus mencerminkan lanskap teknologi yang terus berkembang,” ujar perusahaan tersebut.
Jumlah sub-tema juga akan ditambah dari 16 menjadi 24, dengan memasukkan komputasi kuantum serta teknologi kedirgantaraan dan satelit sebagai kategori baru.
Perusahaan membuka kesempatan bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan masukan hingga 18 September, dan perubahan tersebut diperkirakan akan diumumkan pada akhir September.
Hong Kong telah menyaksikan serangkaian penawaran umum perdana (IPO) berskala besar dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang bergerak di bidang AI yang mencari pendanaan luar negeri di kota tersebut.
Bulan lalu, penyedia pusat data asal Tiongkok, Zhongji InnoLight, berhasil menggalang dana sekitar US$6,8 juta dalam debutnya, yang merupakan penawaran umum terbesar di Hong Kong dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.
Sumber : CNA/SL