Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong pemanfaatan aset daerah sebagai salah satu penggerak ekonomi sekaligus sumber peluang investasi baru. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pengelolaan aset tidak semestinya berhenti pada kepemilikan, tetapi harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Menurut Pramono, terdapat tiga sasaran utama yang perlu menjadi landasan dalam mengembangkan aset milik Jakarta. Pertama, aset harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kedua, pengelolaannya perlu menciptakan aktivitas ekonomi serta membuka kesempatan usaha. Ketiga, pemanfaatan aset harus diarahkan untuk menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi masa depan ibu kota.
“JAFEX 2026 ini menjadi peluang baru bagi Jakarta untuk berinovasi membangun dirinya, membuka ruang untuk berkolaborasi, bekerja sama dengan siapa pun selama untuk kemajuan bersama,” ujar Pramono dalam sambutannya di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Aset Daerah Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Forum tersebut mengusung tema “Unlocking the Value of Jakarta’s Assets”. Melalui agenda ini, Pemprov DKI berupaya mempertemukan pemerintah dengan investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, serta mitra strategis untuk mencari peluang baru dalam optimalisasi aset daerah.
Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Asset Management Centre (UP JAMC) menjadi penyelenggara kegiatan tersebut. BPAD sendiri menempatkan pengelolaan barang milik daerah sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat bagi pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan perekonomian Jakarta.
JAFEX juga diarahkan untuk membuka ruang bagi berbagai skema pembiayaan kreatif atau creative financing. Dengan pendekatan tersebut, aset pemerintah diharapkan tidak sekadar tercatat sebagai kekayaan daerah, tetapi dapat dikembangkan menjadi instrumen yang menghasilkan nilai tambah.
Pramono menilai keterbukaan terhadap kerja sama menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Jakarta, kata dia, perlu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak selama memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kota.
Dorong Investasi dan Nilai Tambah
Dari perspektif ekonomi, optimalisasi aset daerah berpotensi memperluas sumber pembiayaan pembangunan sekaligus mendorong kegiatan usaha. Pemanfaatan aset yang produktif juga dapat menciptakan efek lanjutan bagi sektor jasa, perdagangan, properti, hingga pembiayaan.
ANTARA sebelumnya melaporkan bahwa JAFEX 2026 dirancang sebagai forum strategis untuk mendorong pemanfaatan aset daerah sebagai instrumen investasi serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Dengan demikian, forum ini tidak hanya menjadi ajang pameran aset, tetapi juga ruang untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan Jakarta dengan kapasitas modal, teknologi, dan keahlian dari sektor swasta maupun mitra strategis lainnya.
JAFEX 2026 digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026, pukul 09.00–16.00 WIB di Caroline Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI berharap forum tersebut menghasilkan kolaborasi konkret yang dapat mempercepat optimalisasi aset sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Jakarta sebagai kota global. (Sn)