Airlangga Dukung Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Pengalaman Dinilai Jadi Modal Utama

Destry Damayanti.
Destry Damayanti.

Jakarta|EGINDO.co Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan dukungan terhadap pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Menurut Airlangga, pengalaman panjang Destry di lingkungan bank sentral menjadi salah satu alasan kuat untuk melanjutkan kepemimpinan BI.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (11/8/2026), menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto mengajukan Destry sebagai satu-satunya kandidat Gubernur BI kepada DPR.

Airlangga menilai Destry memiliki keunggulan karena bukan sosok baru di dalam tubuh bank sentral. Sebelum menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI, Destry telah menduduki posisi Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.

“Ya kita dukung Bu Destry karena itu kan Bu Destry sudah berpengalaman menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior dan ini di periode kedua, dan tentu dari orang dalam, sehingga tentu kita lihat respons pasar juga positif,” ujar Airlangga.

Pasar Beri Sinyal Positif

Dukungan pemerintah tersebut muncul bersamaan dengan respons positif dari pasar keuangan terhadap pencalonan Destry. Reuters melaporkan, pengajuan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI turut disambut pasar, dengan nilai tukar rupiah menguat ke level tertinggi sejak 18 Juni. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar melihat kesinambungan kebijakan moneter sebagai salah satu faktor penting dalam pergantian kepemimpinan BI.

CNBC Indonesia juga melaporkan bahwa Airlangga menilai Destry merupakan figur yang sesuai untuk mengisi posisi Gubernur BI definitif karena memiliki pengalaman panjang sebagai Deputi Gubernur Senior.

Prabowo Kirim Surpres ke DPR

Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR terkait pengisian jabatan Gubernur BI. Dalam surat tersebut, pemerintah mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal untuk menggantikan Perry Warjiyo.

Selain pencalonan Gubernur BI, Surpres tersebut juga berkaitan dengan pengisian posisi Deputi Gubernur Senior serta Deputi Gubernur BI. Langkah itu diperlukan setelah terjadi perubahan susunan pimpinan di bank sentral.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah menyerahkan proses selanjutnya kepada DPR sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Saat ini, Destry menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI pada Juli 2026.

Berpotensi Lanjutkan Arah Kebijakan BI

Pencalonan Destry juga dinilai memberikan sinyal kesinambungan bagi kebijakan bank sentral. Dengan latar belakang sebagai pejabat senior BI, Destry dipandang memiliki pemahaman mendalam mengenai stabilitas nilai tukar, pengendalian inflasi, serta dinamika sektor keuangan nasional.

Reuters mencatat, pengalaman Destry di bidang kebijakan moneter dan pasar keuangan membuatnya diperkirakan mampu melanjutkan pendekatan yang menitikberatkan pada stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, proses pengangkatan Gubernur BI tetap harus melalui tahapan di DPR. Komisi XI DPR akan menjalankan mekanisme uji kelayakan dan kepatutan sebelum keputusan akhir mengenai calon Gubernur BI ditetapkan.

Bagi pemerintah, keberadaan figur yang telah memahami mekanisme internal BI diharapkan dapat menjaga kesinambungan kebijakan moneter sekaligus mempertahankan kepercayaan pelaku pasar.

Dengan pengalaman sebagai Deputi Gubernur Senior dan kini menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI, Destry menjadi kandidat yang relatif familiar bagi pasar dan pelaku industri keuangan. Jika proses di parlemen berjalan lancar, Destry berpeluang menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif. (Sn)

Scroll to Top