Presiden Masih Pertimbangkan Calon Gubernur BI, Pemerintah Pastikan Proses Sesuai Aturan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah menyatakan Presiden Prabowo Subianto masih melakukan pembahasan untuk menentukan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif yang akan menggantikan Perry Warjiyo. Hingga Jumat (7/8/2026), surat presiden (surpres) yang menjadi dasar pengajuan nama kepada DPR RI belum diterbitkan karena proses penetapan masih berlangsung.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden terus menghimpun berbagai masukan sebelum mengambil keputusan terkait figur yang akan memimpin bank sentral. Menurut dia, penetapan calon dilakukan secara hati-hati mengingat posisi Gubernur BI memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas moneter dan mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden akan mengusulkan satu nama kepada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebelum memperoleh persetujuan sebagai Gubernur BI definitif.

Di sisi legislatif, Komisi XI DPR RI menyatakan masih menunggu usulan resmi dari pemerintah. Setelah menerima surat presiden, komisi terkait akan menjadwalkan tahapan fit and proper test sesuai mekanisme yang berlaku.

Pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia menjadi perhatian pelaku pasar karena berlangsung di tengah tantangan ekonomi global, termasuk dinamika nilai tukar rupiah dan ketidakpastian pasar keuangan internasional. Oleh karena itu, DPR berharap proses transisi dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu kredibilitas kebijakan moneter maupun kepercayaan investor.

Untuk sementara, roda kepemimpinan bank sentral tetap dijalankan oleh Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Destry Damayanti. Bank Indonesia memastikan seluruh tugas dan kewenangan tetap berjalan sebagaimana mestinya, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, memastikan kelancaran sistem pembayaran, serta memperkuat stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah.

Sejumlah media ekonomi nasional, termasuk Bisnis Indonesia dan Kontan, juga menilai kepastian mengenai Gubernur BI definitif akan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor karena berkaitan dengan arah kebijakan moneter, stabilitas pasar keuangan, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. (Sn)

Scroll to Top