Beijing | EGINDO.co – Tambang litium Jianxiawo milik produsen baterai asal Tiongkok, CATL, masih menunggu persetujuan lingkungan, demikian dilaporkan media pemerintah pada hari Jumat.
• Tambang yang berlokasi di kota Yichun, Provinsi Jiangxi, ini juga sedang menjalani pemeliharaan; tidak ada kegiatan pengangkutan maupun penghancuran bijih yang berlangsung saat ini, lapor *Shanghai Securities News* yang mengutip Biro Ekologi dan Lingkungan Kabupaten Yifeng.
• CATL telah diminta untuk segera menyelesaikan prosedur persetujuan analisis dampak lingkungan, menurut pernyataan biro tersebut yang dikutip oleh media itu.
• Pernyataan biro tersebut muncul di tengah spekulasi mengenai pembukaan kembali tambang serta adanya harapan bahwa tambang dapat segera kembali beroperasi penuh, lapor *Shanghai Securities News*.
• Klasifikasi mineral proyek ini telah diubah dari tanah liat keramik yang mengandung litium menjadi bijih litium, sehingga mengharuskan CATL menyusun laporan analisis dampak lingkungan yang baru; laporan tersebut telah dipublikasikan untuk konsultasi publik pada tanggal 27 Juli.
• CATL menghentikan operasi di Jianxiawo pada bulan Agustus 2025 setelah izin penambangannya berakhir.
• Perusahaan memperoleh izin keselamatan produksi pada tanggal 29 Juni, yang berarti telah mengatasi hambatan regulasi utama untuk memulai kembali operasi tambang setelah penangguhan selama hampir satu tahun.
• Kontrak berjangka litium karbonat untuk bulan September yang paling aktif diperdagangkan di Guangzhou Futures Exchange mencatat kenaikan sebesar 1,36 persen pada pukul 06.15 GMT. Saham CATL tidak banyak berubah, tercatat turun tipis 0,02 persen.
Sumber : CNA/SL