Prabowo Apresiasi Inovasi BRIN, Teknologi Berbasis Limbah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Hijau

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Berbagai hasil riset yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dinilai memiliki prospek besar dalam memperkuat ekonomi hijau sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap sejumlah inovasi tersebut saat meninjau pameran hasil penelitian BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan Presiden menyambut positif berbagai terobosan yang dipamerkan sekitar 150 peneliti. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Alhamdulillah Bapak Presiden sangat gembira dan berterima kasih kepada BRIN yang telah menghasilkan berbagai terobosan inovasi-inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah,” kata Arif di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dorong Hilirisasi Produk Riset

Dalam peninjauan tersebut, Presiden memberikan perhatian pada teknologi pengelolaan sampah yang telah dikembangkan BRIN, mulai dari skala rumah tangga hingga kawasan perkotaan. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai dapat mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat daya tarik sektor pariwisata.

Selain itu, Presiden juga menaruh perhatian pada inovasi material konstruksi berupa genteng ramah lingkungan yang diproduksi dari limbah kelapa sawit, tempurung kelapa, dan serabut kelapa. Produk tersebut menjadi contoh pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai tambah yang memiliki peluang untuk diproduksi secara massal.

BRIN saat ini masih melakukan pengujian bersama TNI Angkatan Darat terhadap penggunaan genteng tersebut pada rumah tahan gempa. Teknologi hunian yang dikembangkan diklaim mampu dibangun dalam waktu sekitar 14 hari dan siap dihuni dalam 30 hari.

Peluang Baru bagi Industri Nasional

Tidak hanya sektor konstruksi, Presiden juga menilai inovasi sepatu berbahan limbah sawit berpotensi memperkuat industri alas kaki nasional. Pemanfaatan limbah perkebunan sebagai bahan baku dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap material konvensional sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular.

Pengembangan produk inovatif tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional, memperluas pasar industri kreatif, hingga menciptakan lapangan kerja apabila berhasil memasuki tahap komersialisasi.

Sejumlah media nasional, seperti Antara dan Bisnis Indonesia, juga menyoroti pentingnya hilirisasi hasil riset agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan mampu menjadi produk komersial yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset, meningkatkan investasi teknologi, dan mempercepat transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan. (Sn)

Scroll to Top