Jakarta|EGINDO.co Pemerintah memastikan proses penentuan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) memasuki tahap akhir. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menetapkan nama yang akan diusulkan kepada DPR RI dalam pekan ini untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Menurutnya, Presiden masih memfinalisasi pilihan sebelum surat pengajuan resmi dikirimkan ke DPR sesuai mekanisme yang berlaku.
Seiring mendekati keputusan tersebut, sejumlah tokoh mulai ramai diperbincangkan sebagai kandidat kuat. Nama-nama yang masuk dalam spekulasi publik antara lain Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad, ekonom Chatib Basri, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, hingga mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah. Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan konfirmasi mengenai siapa yang akan dipilih Presiden.
Sesuai ketentuan, nama yang diputuskan Presiden selanjutnya akan diserahkan kepada DPR RI untuk menjalani proses fit and proper test di Komisi XI. Hasil uji kelayakan tersebut menjadi dasar bagi DPR dalam memberikan persetujuan terhadap calon yang diajukan pemerintah.
Penetapan Gubernur BI menjadi perhatian pelaku pasar karena figur yang terpilih akan memegang peran penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta merumuskan kebijakan suku bunga dan sistem pembayaran nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Sejumlah analis menilai kesinambungan kebijakan moneter menjadi faktor utama yang dinantikan investor. Bank Indonesia selama ini berperan menjaga stabilitas makroekonomi melalui koordinasi erat dengan pemerintah, terutama dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa pasar akan mencermati rekam jejak serta arah kebijakan calon Gubernur BI yang diajukan pemerintah karena posisi tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan investor dan stabilitas sektor keuangan. Di sisi lain, Bloomberg juga menyoroti pentingnya proses pemilihan pimpinan bank sentral Indonesia sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen pasar domestik dalam jangka pendek.
Dengan keputusan yang dijadwalkan keluar dalam waktu dekat, perhatian kini tertuju pada langkah Presiden Prabowo sebelum nama calon resmi disampaikan kepada DPR untuk memasuki tahapan konstitusional berikutnya. (Sn)