Drone Eksplosif di Bandara Jerman, Menteri: Ancaman Baru

Drone bermuatan bahan peledak di Landasan Pacu Bandara Jerman
Drone bermuatan bahan peledak di Landasan Pacu Bandara Jerman

Berlin | EGINDO.co – Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyatakan bahwa drone bermuatan bahan peledak yang ditemukan di dekat landasan pacu Bandara Leipzig/Halle pada malam hari merupakan bentuk serangan hibrida yang menciptakan tingkat bahaya baru.

Jerman memulai penyelidikan kontraterorisme pada hari Rabu (5 Agustus) setelah keberadaan drone tersebut memicu penutupan sebagian area salah satu pusat kargo terbesar di Eropa itu.

“Kemunculan dan ancaman drone dalam konteks serangan hibrida bukanlah hal baru bagi kami, namun keberadaan drone yang dipersenjatai bahan peledak di area bandara merupakan skenario ancaman yang baru,” ujar Dobrindt usai pertemuan darurat dengan para pimpinan badan keamanan Jerman pada Rabu malam.

Petugas bandara menemukan drone tersebut di area kargo terbatas dekat landasan pacu selatan pada malam hari. Penerbangan sempat dihentikan dan sejumlah pesawat, termasuk milik perusahaan logistik Jerman DHL, dialihkan rutenya.

Pihak berwenang menyatakan tidak ada bahaya yang mengancam penumpang maupun staf bandara, dan sebagian besar operasional kembali berjalan pada pagi harinya setelah satu landasan pacu dibuka kembali.

Segala spekulasi mengenai bahan peledak, drone tersebut, asal-usulnya, serta pihak di baliknya kini menjadi bagian dari penyelidikan, kata Menteri Dalam Negeri tersebut.

“Sudah menjadi karakteristik ancaman hibrida bahwa asal-usulnya tidak selalu dapat segera diketahui dengan jelas,” kata Dobrindt.

Pesawat Yang Dialihkan Menabrak Objek Tak Dikenal

Tim penyelidik juga sedang memeriksa objek yang sempat ditabrak oleh sebuah pesawat kargo saat berada di udara, setelah pesawat tersebut dialihkan rutenya dari bandara di Jerman timur itu akibat gangguan tersebut.

Kerusakan ringan ditemukan setelah pesawat mendarat di Hanover, menurut keterangan pihak berwenang. Sebuah sumber yang mengetahui insiden tersebut menyebutkan bahwa pesawat itu milik DHL.

Landasan pacu selatan bandara—yang merupakan pusat operasi utama bagi DHL dan maskapai Ukraina, Antonov Airlines—tetap ditutup sementara para ahli bahan peledak memeriksa drone tersebut dan melepas detonatornya, menurut pihak berwenang.

Serangkaian Ancaman Drone Terbaru

Bandara-bandara di Jerman berada dalam status siaga tinggi menyusul serangkaian penerbangan drone tanpa izin di berbagai lokasi, termasuk fasilitas militer, terminal energi, pelabuhan laut, dan perusahaan logistik.

“Situasi saat ini juga menunjukkan bahwa penilaian yang dibuat beberapa bulan lalu—bahwa kita sedang menghadapi tingkat bahaya yang tinggi—memang terbukti benar,” ujar Dobrindt kepada para wartawan.

Kepolisian federal menyatakan bahwa penerbangan drone tersebut kemungkinan diorganisir oleh agen-agen Rusia. Surat kabar Jerman, Bild, melaporkan bahwa pesawat nirawak (drone) di Leipzig ditemukan tergeletak di dekat pesawat kargo Antonov milik Ukraina. Maskapai tersebut telah menggunakan Leipzig/Halle sebagai pangkalan operasi sejak invasi skala penuh Rusia pada tahun 2022.

Jaksa penuntut kasus ekstremisme dan petugas kontra-terorisme mengambil alih penyelidikan setelah para ahli memastikan bahwa pesawat nirawak tersebut membawa bahan peledak.

“Situasi ancaman semacam itu tidak dilakukan oleh amatir, melainkan harus dipersiapkan dan dijalankan secara sangat profesional,” ujar Dobrindt kepada para wartawan.

Badan-badan keamanan Eropa sedang menyelidiki serangkaian perangkat pembakar yang disembunyikan di dalam paket yang sempat terbakar pada tahun 2024, yang memicu kekhawatiran mengenai sabotase terhadap operator kargo udara.

Beberapa perangkat tersebut ditemukan di gudang DHL di Leipzig serta dalam kiriman barang yang sedang dalam perjalanan melintasi Eropa.

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa belum ada kaitan yang dapat dipastikan dengan insiden pada Selasa malam tersebut untuk saat ini.

Rusia telah membantah keterlibatan apa pun dalam insiden tahun 2024 maupun penerbangan lintas wilayah yang terjadi belakangan ini.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top