SD Muhammadiyah 36 Medan Manfaatkan Sistem Hidroponik, Perkuat Pembelajaran dan Program Adiwiyata

Manfaatkan sistem hidroponik, perkuat pembelajaran dan program adiwiyata
Manfaatkan sistem hidroponik, perkuat pembelajaran dan program adiwiyata

Medan | EGINDO.com SD Muhammadiyah 36 Medan memanfaatkan sistem hidroponik, memperkuat pembelajaran dan program Adiwiyata dimana SD Muhammadiyah 36 Medan melaksanakan Program Kemitraan dan Pengembangan Muhammadiyah (PKPM) bertajuk “Pemanfaatan Sistem Hidroponik sebagai Media Pembelajaran dan Penguatan Program Sekolah Adiwiyata di SD Muhammadiyah 36 Medan.”

Hal itu dikatakan ketua PKPM diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Alridiwirsah, M.M kepada EGINDO.com pada Rabu (5/8/2026) di Medan. Dikatakannya program Adiwiyata bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah.

Kegiatan PKPM diketuai Prof. Dr. Ir. Alridiwirsah, M.M., dengan anggota tim Fitria, S.P., M.Agr. dan Muhammad Alqamari, S.P., M.P., bekerja sama dengan SD Muhammadiyah 36 Medan yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Hasna Rangkuti, S.Pd.I.

Melalui Adiwiyata, guru dan siswa memperoleh pelatihan mengenai pembuatan instalasi hidroponik, teknik budidaya tanaman, serta pemanfaatan hidroponik sebagai media pembelajaran. Sistem hidroponik dikembangkan sebagai laboratorium hidup yang dapat mendukung pembelajaran IPAS, Matematika, dan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

PKPM bertajuk “Pemanfaatan Sistem Hidroponik sebagai Media Pembelajaran dan Penguatan Program Sekolah Adiwiyata di SD Muhammadiyah 36

Ditambahkan Alridiwirsah bahwa hidroponik merupakan media pembelajaran yang efektif karena memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. “Siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan proses budidaya tanaman, sehingga dapat menumbuhkan keterampilan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Sementara itu Kepala SD Muhammadiyah 36 Medan, Hasna Rangkuti, S.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan program karena memberikan manfaat nyata bagi sekolah. Menurutnya, hidroponik menjadi inovasi pembelajaran yang mendukung penguatan Program Sekolah Adiwiyata dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau dan edukatif.

Program PKPM diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah Muhammadiyah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis lingkungan dan pendidikan berkelanjutan, sehingga mampu mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top