Jetstar Akan Kenakan Biaya untuk Tas Kabin di Kompartemen Atas

Jetstar Kenakan Biaya Tas Kabin
Jetstar Kenakan Biaya Tas Kabin

Sydney | EGINDO.co – Jetstar, maskapai berbiaya hemat milik maskapai nasional Australia Qantas, akan mewajibkan penumpang yang ingin menyimpan tas kabin di kompartemen atas (*overhead locker*) untuk membayar biaya tambahan mulai bulan Februari, seiring dengan perombakan kebijakan bagasi kabin maskapai tersebut.

Maskapai ini akan mengizinkan satu tas yang dapat muat di bawah kursi—seperti ransel, tas tangan, atau tas laptop—tanpa biaya tambahan, namun tas yang lebih besar mungkin dikenakan biaya antara A$25 (US$16) hingga A$52 per penerbangan tergantung pada rutenya, menurut contoh yang diberikan oleh maskapai.

Langkah ini membuat kebijakan bagasi kabin Jetstar lebih mirip dengan sistem yang digunakan oleh sejumlah maskapai berbiaya hemat di seluruh dunia, yang mengenakan biaya kepada penumpang untuk akses ruang penyimpanan di atas kepala, namun sudah memasukkan tas kecil yang muat di bawah kursi ke dalam harga tiket dasar.

Penumpang yang membutuhkan bagasi kabin tambahan dapat membeli layanan *Priority Carry-on* (Bagasi Kabin Prioritas) sebelumnya; layanan ini mencakup tas yang lebih besar untuk disimpan di kompartemen atas serta akses naik pesawat lebih awal (*early boarding*), sekaligus menghapus batasan berat 7 kg yang berlaku sebelumnya.

Biaya untuk bagasi, kelebihan bagasi, pemilihan kursi, dan prioritas naik pesawat menyumbang porsi pendapatan yang terus meningkat bagi maskapai berbiaya hemat. Biaya-biaya ini menuai kritik dari sejumlah kelompok konsumen, yang berpendapat bahwa harga tiket dasar yang diiklankan tidak selalu mencerminkan total biaya perjalanan.

Pihak maskapai menyatakan bahwa perombakan ini dilakukan setelah melalui riset mendalam terhadap pelanggan dan awak kabin. Riset tersebut menemukan bahwa penimbangan tas di gerbang keberangkatan (*gate*) dan perebutan ruang penyimpanan di kompartemen atas merupakan bagian yang paling memicu stres dalam pengalaman di bandara.

“Dengan memberikan pelanggan jatah tas di bawah kursi serta opsi untuk menambah layanan *Priority Carry-on*, kami dapat memanfaatkan ruang penyimpanan di atas kepala secara lebih baik, memperlancar proses naik pesawat, dan membantu lebih banyak penerbangan berangkat tepat waktu,” ujar CEO Jetstar, Stephanie Tully, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (5 Agustus).

“Anda hanya membayar untuk apa yang Anda butuhkan—bepergian dengan barang lebih sedikit berarti membayar lebih murah, dan Anda selalu bisa menambah layanan jika diperlukan,” tambahnya.

Seorang juru bicara Menteri Transportasi Federal Catherine King mengatakan bahwa maskapai harus secara jelas menginformasikan biaya tambahan apa pun kepada penumpang saat pembelian tiket guna menghindari “kejutan” di bandara.

“Jetstar mengklaim perubahan ini bertujuan menjaga harga tiket tetap terjangkau. Kini terserah mereka untuk membuktikannya kepada penumpang,” kata King.

Kebijakan bagasi kabin baru ini berlaku untuk semua penerbangan Jetstar Airways yang berangkat mulai tanggal 2 Februari tahun depan. Pelanggan yang telah memiliki pemesanan untuk jadwal setelah tanggal tersebut akan mendapatkan peningkatan layanan berupa *Priority Carry-on* (bagasi kabin prioritas) tanpa biaya tambahan. Perubahan terkait bagasi kabin ini tidak berlaku untuk penerbangan yang dioperasikan oleh Jetstar Japan.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top