Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan pada perdagangan Rabu (5/8/2026) masih berada di level tinggi. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya minat investor terhadap aset logam mulia sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar keuangan.
Berdasarkan daftar harga terbaru, emas batangan ukuran 1 gram dipasarkan sebesar Rp2.599.000 atau Rp2.605.498 setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen. Sementara itu, emas ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp1.349.500, dengan harga setelah pajak mencapai Rp1.352.874.
Investor yang mengincar pembelian dalam jumlah lebih besar juga dihadapkan pada harga yang relatif tinggi. Emas ukuran 5 gram dipasarkan seharga Rp12.770.000, sedangkan pecahan 10 gram mencapai Rp25.485.000. Untuk ukuran 25 gram, harga tercatat Rp63.587.000, sementara 50 gram dibanderol Rp127.095.000 sebelum pajak.
Adapun emas ukuran 100 gram dijual sebesar Rp254.112.000. Sementara itu, pecahan 250 gram dipasarkan seharga Rp635.015.000, ukuran 500 gram sebesar Rp1.269.820.000, dan emas batangan 1 kilogram dibanderol Rp2.539.600.000 sebelum dikenakan PPh.
Daftar Harga Emas Batangan 5 Agustus 2026
| Berat | Harga Dasar | Harga Setelah PPh 0,25% |
|---|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.349.500 | Rp1.352.874 |
| 1 gram | Rp2.599.000 | Rp2.605.498 |
| 2 gram | Rp5.138.000 | Rp5.150.845 |
| 3 gram | Rp7.682.000 | Rp7.701.205 |
| 5 gram | Rp12.770.000 | Rp12.801.925 |
| 10 gram | Rp25.485.000 | Rp25.548.713 |
| 25 gram | Rp63.587.000 | Rp63.745.968 |
| 50 gram | Rp127.095.000 | Rp127.412.738 |
| 100 gram | Rp254.112.000 | Rp254.747.280 |
| 250 gram | Rp635.015.000 | Rp636.602.538 |
| 500 gram | Rp1.269.820.000 | Rp1.272.994.550 |
| 1.000 gram | Rp2.539.600.000 | Rp2.545.949.000 |
Sejumlah analis menilai prospek harga emas dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, perkembangan inflasi global, serta pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Faktor-faktor tersebut menjadi indikator penting yang memengaruhi minat investor terhadap aset safe haven.
Di sisi lain, investor disarankan tidak hanya memperhatikan harga jual emas, tetapi juga mempertimbangkan selisih harga jual kembali (buyback), biaya pajak, serta tujuan investasi. Pendekatan tersebut dinilai penting agar investasi emas dapat memberikan hasil yang optimal, terutama bagi investor dengan orientasi jangka menengah hingga panjang.
Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia karena memiliki nilai yang cenderung stabil dalam jangka panjang. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan memantau perkembangan ekonomi global dan domestik sebelum mengambil keputusan investasi. (Sn)