Siak | EGINDO.com – Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA), PT Arara Abadi sukses membina dan membangkitkan warga Perawang menjadi petani madu. Tersebutlah Bambang Sugeng, pemilik peternakan Madu Legit Nusantara di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi saat pandemi Covid-19 yang lalu dimana melalui usaha budidaya lebah madu Apis mellifera.
Dalam siaran pers Asia Pulp and Paper (APP) Group yang dikutip EGINDO.com pada Selasa (4/8/2026) menyebutkan sebelumnya, Bambang menjalankan usaha servis elektronik yang terpaksa tutup akibat dampak pandemi.
Melihat tingginya permintaan madu saat pandemi, Bambang mempelajari budidaya lebah di Jambi dan memulai usaha dari nol. Dengan modal yang dikumpulkan secara bertahap, ia akhirnya memiliki ratusan kotak lebah dan mengembangkan peternakannya di kawasan hutan tanaman akasia.
Perkembangan usahanya semakin pesat setelah menjalin kerja sama dengan PT Arara Abadi yang memberikan akses bagi peternak untuk menempatkan kotak lebah di area konsesi tanaman akasia. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung produksi madu, tetapi juga melibatkan peternak dalam upaya pemantauan dan pencegahan kebakaran hutan melalui program pemberdayaan masyarakat.
Meski menghadapi berbagai tantangan, mulai dari predator alami hingga penyakit lebah, Bambang terus mengembangkan usahanya. Saat ini budidaya lebah madu di wilayah tersebut telah melibatkan 22 kelompok tani dengan sekitar 7.000 kotak lebah dan mampu menghasilkan lebih dari 10 ton madu per bulan.
Perjalanan Bambang menjadi bukti bahwa pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di Riau.@
Rel/fd/timEGINDO.com