Jakarta|EGINDO.co Pergerakan harga emas batangan di awal pekan kembali menunjukkan tren yang stabil pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Kenaikan harga di berbagai pecahan mencerminkan masih kuatnya minat masyarakat dan pelaku investasi terhadap logam mulia sebagai instrumen penyimpan nilai di tengah dinamika perekonomian.
Untuk pecahan 1 gram, harga dasar dipatok sebesar Rp2.610.000, sedangkan harga setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25 persen menjadi Rp2.616.525. Sementara itu, emas batangan 0,5 gram dipasarkan dengan harga dasar Rp1.355.000 atau Rp1.358.388 setelah pajak.
Pada pecahan yang lebih besar, emas 5 gram dibanderol Rp12.825.000 (Rp12.857.063 setelah pajak), sedangkan ukuran 10 gram dijual seharga Rp25.595.000 atau Rp25.658.988 setelah pajak. Adapun emas 100 gram dipasarkan dengan harga dasar Rp255.212.000, meningkat menjadi Rp255.850.030 setelah pengenaan PPh.
Bagi investor dengan kebutuhan investasi bernilai besar, harga emas 250 gram tercatat Rp637.765.000, 500 gram sebesar Rp1.275.320.000, dan 1 kilogram mencapai Rp2.550.600.000. Setelah pajak, harga masing-masing menjadi Rp639.359.413, Rp1.278.508.300, dan Rp2.556.976.500.
Analis menilai, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati karena memiliki karakter sebagai safe haven atau aset pelindung nilai ketika pasar keuangan mengalami ketidakpastian. Selain berpotensi menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, logam mulia juga relatif tahan terhadap tekanan inflasi dibandingkan sejumlah instrumen investasi lainnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu kepemilikan, serta memperhitungkan biaya pajak dan selisih harga jual-beli sebelum melakukan transaksi. Langkah tersebut dinilai penting agar keputusan investasi dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.
Dengan harga yang masih berada di level tinggi, perkembangan pasar emas diperkirakan akan tetap menjadi perhatian pelaku investasi dalam beberapa waktu ke depan, terutama di tengah berbagai dinamika ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi pergerakan harga logam mulia. (Sn)