Pemasok Wilayah Operasional APP Group Menjaga Ruang Hidup Gajah Sumatera di Lanskap Sugihan–Simpang Heran

Ruang hidup Gajah Sumatera di lanskap Sugihan–Simpang Heran
Ruang hidup Gajah Sumatera di lanskap Sugihan–Simpang Heran

Palembang | EGINDO.com – Pemasok wilayah operasional Asia Pulp and Paper (APP) Group menjaga ruang hidup Gajah Sumatera di lanskap Sugihan–Simpang Heran. Terlihat di tengah hamparan Lanskap Sugihan–Simpang Heran di Sumatera Selatan, gajah Sumatra masih menjelajahi salah satu koridor habitat penting yang tersisa.

Dalam laman resmi APP Group yang dilansir EGINDO.com pada Sabtu (1/8/2026) menyebutkan kawasan tersebut juga menjadi wilayah operasional PT Bumi Andalas Permai (BAP), salah satu pemasok jangka panjang APP Group yang berlokasi di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sebagian besar area operasional PT BAP berada di kawasan bernilai konservasi tinggi yang merupakan habitat alami gajah Sumatra. Wilayah ini termasuk dalam Koridor Hidupan Liar Gajah Sumatera di Lanskap Sugihan–Simpang Heran yang membentang seluas 232.338,71 hektare.

Menyadari pentingnya peran gajah sebagai spesies payung dalam menjaga keseimbangan ekosistem, perusahaan berkomitmen melakukan pengelolaan spesies kunci melalui pemantauan populasi dan habitat, pembinaan serta pengembangan habitat, serta pencegahan interaksi negatif antara manusia dan satwa.

Kegiatan di lapangan, kerja sama menitikberatkan pada peningkatan pemahaman para pemangku kepentingan

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Syamsuardi dari Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS), yang telah berlangsung sejak 2017 dan berlanjut hingga 2025. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek pengelolaan gajah Sumatra, mulai dari pembinaan habitat melalui pembangunan terminal dan koridor penggembalaan, penggiringan serta penghalauan gajah dari area vital dan permukiman, hingga identifikasi kelompok dan populasi gajah di dalam area operasional.

Selain kegiatan di lapangan, kerja sama ini juga menitikberatkan pada peningkatan pemahaman para pemangku kepentingan. Edukasi dan sosialisasi mitigasi interaksi negatif secara rutin diberikan kepada karyawan, kontraktor, dan masyarakat sekitar. Berbagai rekomendasi perbaikan pengelolaan juga terus disampaikan kepada perusahaan sebagai bagian dari pendekatan adaptif yang mengedepankan prinsip koeksistensi antara manusia dan satwa liar.

Sepanjang tahun 2025, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengelolaan dan perlindungan gajah Sumatra. Kegiatan tersebut meliputi penghalauan gajah dari area vital, sosialisasi mitigasi interaksi negatif kepada kontraktor dan karyawan, serta pembinaan habitat melalui penanaman rumput gajah sebagai sumber pakan alami.

Pada tingkat masyarakat, peningkatan kapasitas juga dilakukan melalui Tim Posko Pasukan Gajah Reaksi Cepat (PAGARAPAT), yang berperan dalam mendukung upaya mitigasi di lapangan. Sementara itu, pemantauan pergerakan gajah terus dilakukan secara berkala untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam pengelolaan satwa dan habitatnya.

Upaya kolaboratif ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, perusahaan, TNI, dan Polri dalam kegiatan penggiringan gajah di wilayah desa. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dari strategi bersama untuk mengurangi konflik manusia–satwa sekaligus mendukung kelestarian gajah Sumatra di Lanskap Sugihan–Simpang Heran.

Melalui pendekatan yang menggabungkan pengelolaan habitat, pemantauan lapangan, edukasi, dan kolaborasi multipihak, PT BAP dan PJHS terus memperkuat upaya menjaga keberlangsungan Gajah Sumatera serta menciptakan ruang hidup yang mendukung koeksistensi antara manusia dan satwa liar.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top