Kebersihan Lingkungan Jadi Strategi Ekonomi, Prabowo Bidik Persoalan Sampah Tuntas dalam Setahun

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Presiden Prabowo Subianto menempatkan penanganan sampah sebagai salah satu prioritas pemerintah dalam satu tahun ke depan. Langkah tersebut bukan hanya ditujukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing sektor pariwisata yang selama ini menjadi penyumbang devisa sekaligus penggerak ekonomi nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan faktor penting yang menentukan daya tarik destinasi wisata Indonesia di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut Presiden, setiap daerah, mulai dari tingkat kota hingga kecamatan, harus mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Karena itu, pemerintah akan mempercepat penyelesaian persoalan sampah di seluruh Indonesia, termasuk memastikan sungai, kali, dan saluran air terbebas dari pencemaran. Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk menjaga kelestarian alam dengan memperluas penghijauan serta mencegah penebangan pohon secara sembarangan demi menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dari sisi ekonomi, kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing industri pariwisata nasional. Lingkungan yang bersih diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan, sehingga memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor usaha seperti UMKM, pertanian, transportasi, logistik, perhotelan, hingga industri kuliner.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan kinerja sektor ini masih mencatat tren positif. Sepanjang Januari–April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai sekitar 4,68 juta orang atau naik sekitar 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal I/2026, devisa pariwisata juga tercatat sekitar US$4,05 miliar, dengan rata-rata belanja wisatawan asing mencapai US$1.345 per kunjungan.

Sejumlah media nasional seperti ANTARA dan Kontan juga menyoroti bahwa revitalisasi Stasiun Semarang Tawang menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengintegrasikan pembangunan infrastruktur transportasi dengan pengembangan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah berharap percepatan penanganan sampah, pelestarian lingkungan, dan penguatan infrastruktur mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia. Dengan demikian, pertumbuhan kunjungan wisatawan diharapkan terus meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penerimaan devisa serta kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. (Sn)

Scroll to Top