Jakarta|EGINDO.co PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan rapor gemilang sepanjang semester I/2026. Emiten pelat merah di sektor pertambangan bijih timah ini sukses membukukan lonjakan volume penjualan logam timah hingga 85% secara tahunan (year-on-year), mencapai 10.984 metrik ton.
Kinerja impresif ini tak lepas dari tingginya permintaan internasional, di mana China keluar sebagai pasar utama dengan porsi mencapai 36% dari total keseluruhan volume ekspor perseroan.
Harga Jual dan Produksi Meroket Tajam
Selain volume penjualan yang melonjak, TINS juga menikmati berkah dari tren kenaikan komoditas global. Harga jual rata-rata (Average Selling Price / ASP) logam timah melejit 52% menjadi US$49.794 per metrik ton. Kenaikan harga ini diiringi langkah strategis perseroan dalam optimalisasi pengelolaan persediaan yang efektif.
Dari sisi hulu, produksi bijih timah perseroan turut terkerek naik sebesar 75% menjadi 12.232 ton Sn. Lonjakan pasokan bahan baku ini ditopang oleh:
-
Penguatan produktivitas alat tambang.
-
Penambahan unit operasi baru, termasuk optimalisasi Kapal Isap Produksi (KIP).
-
Perluasan kemitraan pada sektor penambangan darat.
“Komposisi penjualan tersebut mencerminkan tetap kuatnya daya saing produk timah di pasar internasional serta kepercayaan pelanggan global terhadap kualitas produk dan keandalan pasokan perseroan,” ujar Restu dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu (29/7/2026).
Sentimen Pasar dan Prospek Industri Timah
Lonjakan kinerja keuangan dan operasional TINS pada paruh pertama tahun ini sejalan dengan dinamika positif di bursa komoditas internasional. Sejumlah lembaga analisis pasar dan media ekonomi terkemuka seperti Bloomberg dan Reuters sebelumnya telah menyoroti tren pengetatan pasokan timah global (global tin supply deficit) yang mengerek naik harga komoditas logam pen solder tersebut di bursa London Metal Exchange (LME).
Dengan kapasitas produksi yang terus digenjot serta permintaan industri teknologi global—khususnya semikonduktor dan kendaraan listrik (electric vehicles)—yang stabil, TINS optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan positif hingga akhir tahun buku 2026. (Sn)