Seattle, WA | EGINDO.co – Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengatakan pada hari Senin (27 Juli) bahwa kursi pada ratusan pesawat Boeing 737 MAX yang terdaftar di AS dipasang secara tidak benar dan perlu diperbaiki.
Jika tidak, kursi tersebut dapat melukai penumpang dan awak pesawat selama pendaratan darurat atau menghalangi lorong dan memperlambat evakuasi, kata badan tersebut.
Arahan kelaikan udara yang diusulkan FAA yang dikeluarkan pada hari Senin akan berlaku untuk 453 pesawat yang terdaftar di AS. Badan tersebut hanya memiliki yurisdiksi atas maskapai penerbangan AS, tetapi regulator asing biasanya mengikuti arahan FAA jika berlaku.
Arahan yang diusulkan ini muncul ketika Boeing berupaya meningkatkan kualitas produksinya dan meningkatkan output di bawah CEO Kelly Ortberg. Masalah kualitas produksi terungkap pada awal tahun 2024 ketika panel penutup pintu terlepas dari pesawat Alaska Air 737 MAX yang hampir baru saat penerbangan.
FAA mengatakan dalam usulan arahan kelaikan udara bahwa mereka menerima laporan bahwa beberapa rakitan kursi penumpang tidak dipasang dengan benar di rel kursi.
Itu berarti rakitan kursi dapat terlepas dari rel kursi jika terjadi peningkatan beban, turbulensi, atau pendaratan darurat, kata FAA.
“Kondisi ini, jika tidak ditangani, dapat mengakibatkan cedera pada penumpang dan awak pesawat selama pendaratan darurat atau dapat menghalangi lorong, yang dapat memperlambat evakuasi,” tambahnya.
Mungkin ada hingga 69 rakitan kursi penumpang yang terpasang pada rel di setiap pesawat 737 MAX dan masalah ini diperkirakan membutuhkan waktu satu jam kerja untuk memperbaiki setiap rakitan dan tidak memerlukan suku cadang apa pun, kata FAA.
FAA tidak menyebutkan seberapa cepat maskapai penerbangan perlu memperbaiki masalah ini.
Seorang juru bicara Boeing mengatakan bahwa produsen pesawat tersebut mengeluarkan panduan kepada operator tentang masalah ini pada Desember 2025.
“Kami mendukung FAA untuk mewajibkan panduan tersebut,” kata juru bicara tersebut dalam sebuah email.
Sumber : CNA/SL