Jakarta|EGINDO.co Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi melalui pemberdayaan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.
Kepala BGN yang baru, Sudaryono, menghadapi tantangan besar untuk memastikan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan efektif, aman, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah juga menegaskan bahwa MBG tetap menjadi program prioritas nasional dengan fokus pada penyempurnaan tata kelola dan keamanan pangan.
Pakar kesehatan masyarakat Prof. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan tiga catatan penting bagi kepemimpinan baru BGN. Pertama, keamanan pangan harus menjadi prioritas utama agar makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan tidak menimbulkan risiko bagi penerima manfaat.
Kedua, BGN perlu menerapkan konsep “from farm to plate”, yakni menjaga mutu pangan sejak proses produksi di sektor pertanian dan peternakan, penyimpanan, distribusi, pengolahan di dapur MBG, hingga makanan dikonsumsi dan limbahnya dikelola. Menurutnya, kualitas pangan tidak cukup diawasi hanya di dapur atau sekolah, melainkan di seluruh rantai pasok.
Ketiga, BGN didorong membangun sistem pemantauan dan evaluasi yang kuat agar setiap kebijakan dapat diukur efektivitasnya dan terus disempurnakan berdasarkan data serta bukti ilmiah.
Dari sisi ekonomi, keberhasilan menjaga kualitas rantai pasok pangan akan memperkuat permintaan terhadap hasil pertanian, peternakan, dan perikanan dalam negeri. Hal tersebut diyakini dapat menciptakan pasar yang lebih stabil bagi produsen lokal sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di daerah melalui keterlibatan UMKM dan pemasok bahan pangan.
Sejumlah media nasional, seperti DetikHealth dan Suara.com, juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola MBG di bawah kepemimpinan Sudaryono agar program strategis tersebut mampu memberikan manfaat optimal, baik bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun pertumbuhan ekonomi nasional. (Sn)