Dishub DKI Rekayasa Lalu Lintas di Cakung, Upaya Jaga Kelancaran Distribusi Logistik

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menutup sementara putaran Cakung di ruas Jalan Raya Cakung-Cilincing sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang dipicu antrean panjang truk kontainer. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kelancaran mobilitas kendaraan, terutama angkutan logistik yang melintasi salah satu koridor distribusi utama di wilayah timur Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan hasil evaluasi di lapangan menunjukkan titik putaran Cakung menjadi salah satu penyebab utama kemacetan karena banyak truk berhenti untuk melakukan putar arah. Kondisi itu membuat arus kendaraan tersendat bahkan sempat tidak bergerak.

“Semalam kita melihat lalu lintas sangat padat dan tidak bergerak. Salah satu penyebabnya berada di putaran ini karena seluruh kendaraan mengantre. Oleh karena itu, putaran tersebut kami tutup sementara,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Sebagai alternatif, Dishub mengarahkan truk kontainer menuju Terminal Tanah Merdeka yang memiliki kapasitas sekitar 200 kendaraan. Terminal tersebut difungsikan sebagai lokasi parkir sementara agar pengemudi dapat menunggu jadwal operasional maupun beristirahat tanpa memenuhi badan jalan.

Menurut Budi, kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Antrean kendaraan di sekitar kawasan Cakung berangsur mencair sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

Dari perspektif ekonomi, kelancaran arus logistik memiliki peran penting dalam menjaga efisiensi biaya distribusi. Kemacetan berkepanjangan di jalur menuju kawasan industri dan depo kontainer berpotensi meningkatkan biaya operasional perusahaan angkutan akibat bertambahnya waktu tempuh, konsumsi bahan bakar, hingga keterlambatan pengiriman barang. Kondisi tersebut dapat memengaruhi rantai pasok, khususnya distribusi menuju Pelabuhan Tanjung Priok dan kawasan industri di Jakarta serta sekitarnya.

Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur mengungkapkan bahwa kepadatan di Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing dipicu tingginya aktivitas bongkar muat di sejumlah depo kontainer. Arus keluar-masuk truk menyebabkan kapasitas jalan berkurang sehingga perlambatan lalu lintas sulit dihindari, terutama pada jam sibuk.

Sejumlah media nasional seperti Bisnis Indonesia dan Kontan juga menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur serta manajemen lalu lintas di kawasan logistik Jakarta. Efisiensi transportasi dinilai menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing sektor industri dan perdagangan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas distribusi barang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan terus mengevaluasi efektivitas rekayasa lalu lintas tersebut. Apabila diperlukan, pengaturan tambahan akan diterapkan agar pergerakan kendaraan logistik tetap lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat pengguna jalan lainnya. (Sn)

Scroll to Top