Hong Kong | EGINDO.co – Harga minyak melonjak pada perdagangan awal Asia Senin (20 Juli) setelah Amerika Serikat menyerang Iran untuk malam kesembilan berturut-turut dan sebuah kapal terbakar di Selat Hormuz.
Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran bahwa pertempuran yang kembali terjadi di Timur Tengah dapat mengganggu pengiriman minyak melalui selat tersebut, koridor utama untuk energi global.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 2,72 persen menjadi US$90,50 per barel sekitar pukul 1 pagi GMT (9 pagi, waktu Singapura). Harga sempat melampaui US$91, harga tertinggi sejak Juni.
Patokan minyak mentah AS, West Texas Intermediate, naik 2,39 persen menjadi US$84,46.
Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, mengatakan sebuah kapal terbakar di selat tersebut pada hari Senin, di perairan sekitar 15 km barat laut Oman.
Mereka tidak menyebutkan penyebab kebakaran tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu malam bahwa AS menyerang Iran “dengan sangat keras” sebagai balasan atas kematian tentara Amerika baru-baru ini di Timur Tengah.
Secara terpisah, militer Kuwait mengatakan pada hari Senin bahwa mereka menanggapi serangan pesawat tak berawak Iran yang menargetkan wilayahnya.
Sumber : CNA/SL