HBA Periode Kedua Juli 2026 Didominasi Kenaikan, Harga Sejumlah Mineral Logam Bergerak Beragam

Ilustrasi batu bara
Ilustrasi batu bara

Jakarta|EGINDO.co Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memperbarui Harga Batu Bara Acuan (HBA) dan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) untuk periode kedua Juli 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 285.K/MB.01/MEM.B/2026 yang menjadi acuan transaksi komoditas pertambangan di Indonesia.

Dalam keputusan terbaru itu, sebagian besar harga acuan batu bara menunjukkan tren penguatan. HBA untuk batu bara dengan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR tercatat sebesar US$131,85 per ton, meningkat dibandingkan periode pertama Juli 2026 yang berada di level US$126,58 per ton. Kenaikan juga terjadi pada batu bara dengan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR dan 3.400 kcal/kg GAR, sedangkan HBA untuk batu bara 5.300 kcal/kg GAR mengalami koreksi tipis menjadi US$89,90 per ton.

Di sisi lain, pergerakan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) tidak seragam. Harga acuan nikel, tembaga, aluminium, timbal, dan seng mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, kobalt mencatat kenaikan tipis, mencerminkan masih beragamnya dinamika permintaan dan kondisi pasar global untuk masing-masing komoditas mineral.

Kebijakan penetapan HBA dan HMA dua kali setiap bulan merupakan bagian dari mekanisme pemerintah untuk menyesuaikan harga acuan dengan perkembangan pasar internasional. Ketentuan tersebut mengacu pada Kepmen ESDM Nomor 80.K/MB.01/MEM.B/2025, yang menetapkan pembaruan harga dilakukan setiap tanggal 1 dan 15 setiap bulan.

Sejumlah pengamat menilai pergerakan harga komoditas energi dan mineral masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, permintaan industri, serta perkembangan perdagangan internasional. Informasi harga acuan ini menjadi referensi penting bagi pelaku usaha pertambangan, eksportir, maupun pemerintah dalam penyusunan kebijakan sektor energi dan sumber daya mineral.

Sejalan dengan laporan Bloomberg dan Reuters, harga komoditas tambang global masih bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, sehingga perubahan HBA dan HMA mencerminkan penyesuaian terhadap kondisi pasar internasional yang terus berkembang. (Sn)

Scroll to Top